Skip to main content

Ucap Salam Tutup Instagram, Lindsay Lohan Masuk Islam?


Lindsay Lohan menutup akun Instagram miliknya sambil menuliskan "Alaikum salam" saat pindah ke Dubai. Mengucap salam saat berpamitan, Lindsay menimbulkan tanya apakah dirinya kini memeluk agama Islam.

Wanita yang akrab disapa LiLo itu tak berkunjung ke Dubai hanya untuk menikmati matahari dan laut saja, kunjungannya ke Dubai menjadi sebuah kesempatan baginya membuat sebuah awal baru yang nyata, seperti dilansir Emirates Woman.

Bintang Mean Girls yang berpindah tempat tinggal ke Uni Emirat Arab, akhir tahun lalu itu, telah menghapus semua konten akun media sosial baik Instagram maupun Twitter, pekan ini.

LiLo hanya meninggalkan sebuah salam umat Muslim, "Alaikum salam", yang berarti "kedamaian dan keselamatan bagi kalian semua" di akun Instagram miliknya. Demikian seperti dikutip dari muslimcouncil.

Aktris berusia 30 tahun tersebut berencana menghabiskan sebagian besar waktu tahun ini dengan menjadi seorang relawan di kamp-kamp pengungsi Suriah di Turki, dan mendirikan perusahaan produksi miliknya di Dubai.

Tim manajemen LiLo yang telah berada bersama dirinya selama beberapa bulan mengatakan, sang aktris sedang "dalam periode pembaharuan". LiLo juga telah mengakui ketertarikannya pada agama Islam lewat sejumlah interview di media.

"Saya sangat senang untuk mengarungi babak baru dalam hidup saya ini !" ungkap LiLo kepada Daily Mail sambil mengungkapkan sangat bahagia atas apa yang dialami di Tahun Baru.


"Kami sangat senang berada di sini bersama dengan tim Lohan, senang melihat reaksi semua orang menyambut tahun baru karena kami memiliki beberapa proyek besar di tahun ini," jelas manajer Lohan, Scott Carlsen, kepada organisasi berita Inggris.

LiLo juga mengaku senang bekerjasama dengan para wanita hebat di Dubai yang telah mengajarinya banyak hal.

"Saya telah bertemu dengan perempuan-perempuan hebat di sini, mereka benar-benar sangat kuat dan mereka telah mengajarkan saya banyak … Saya tidak berfikir orang menyadari betapa diterimanya bagi perempuan untuk menjadi perempuan kuat di Uni Emirat Arab. Ini merupakan hal yang sangat patut untuk dihargai," akunya pada sesi Interview dengan CNN Abu Dhabi terkait pekerjaanya dengan para pengungsi.

Sekadar diketahui, LiLo mengungkapkan, Dubai akan menjadi tempat tinggalnya saat ini. LiLo sejak lama telah memiliki hubungan dengan Timur tengah, awal tahun ini dia tengah belajar bahasa Arab, dia juga menghabiskan banyak waktu dengan menjadi relawan di kamp pengungsi warga Suriah.

LiLo mengakui, mempelajari keyakinan barunya sejak tahun lalu, setelah dia tertangkap kamera sedang membawa Alquran pada 2015 lalu.

"Sahabat-sahabat dekat saya di London dan Arab Saudi, yang selalu bersama dengan saya, mereka memberi saya Al Qur’an dan saya membawanya ke New York karena aku sedang mempelajarinya," ungkap Lohan pada program TV Turki Haber Turk.

"Alquran membuka pintu bagi saya untuk mengalami perjalanan spiritual, untuk menemukan arti hidup sebenarnya. Ini lah aku apa adanya," jelasnya. (rn)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…