Skip to main content

TRAGEDI 121 BANDUNG BERDARAH


COPOT KAPOLDA JABAR ... !!!
BERSIHKAN POLRI DARI KAPOLDA PREMAN ... !!!

  1. Saat pemeriksaan Habib Rizieq pada hari Kamis 12 Januari 2017, ada pengerahan Gerombolan Preman GMBI ke Polda Jabar atas instruksi Kapolda Jabar selaku Pembina GMBI sesuai pengakuan Koordinator GMBI Bekasi Raya.
  2. Umat Islam pecinta Habaib dan Ulama datang ke Polda Jabar tanpa membawa senjata apa pun. Sedang Gerombolan GMBI membawa kayu dan balok serta senjata lainnya, tapi dibiarkan oleh polisi, bahkan bebas berkeliaran di dalam area Polda Jabar.
  3. Usai pemeriksaan setelah Ashar, Habib Rizieq membubarkan ribuan massa umat Islam dengan tertib dan aman dari depan Polda Jabar. Sementara Gerombolan GMBI bersembunyi dan berlindung di belakang brikade polisi, bahkan banyak anggota GMBI berseragam yang nongkrong di dalam area Polda Jabar dengan bebas.
  4. Saat ribuan umat Islam berangsur pulang ke tujuan masing-masing, tiba-tiba Gerombolan GMBI diberi jalan oleh barikade polisi dan langsung menyerang sisa umat yang tertinggal di belakang, sehingga banyak korban luka serta kendaraan yang dirusak.
  5. Habib Rizieq dan Isteri bersama ibu-ibu MPI serta pengurus DPP FPI dan GNPF MUI saat pulang sempat mampir ke rumah makan AMPERA karena sebagian rombongan belum makan siang, tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi. Usai makan menjelang Maghrib, baru saja rombongan Habib Rizieq bergerak meninggalkan rumah makan tersebut, Gerombolan GMBI menyerang rumah makan dan mengeroyok seorang anggota Laskar FPI yang sedang bersiap menyusul rombongan Habib Rizieq, sehingga Laskar tersebut terluka parah dan patah tangan.
INFO LAPANGAN :

  1. Gerombolan GMBI didatangkan dan dibayar oleh pimpinan mereka.
  2. Diduga kuat sebagian oknum polisi berseragam GMBI.
  3. Semua kejadian tersebut di atas ada bukti foto dan video.
UMAT ISLAM SIAGA PERANG ... !!!

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…