Skip to main content

Ternyata Ormas GMBI Binaan Polda Jabar Sering Bikin Rusuh, Ini Faktanya

GMBI dan kerusuhan

GMBI kerap berbuat kerusuhan di sejumlah wilayah. Berikut sepak terjang GMBI pada berbagai kasus:

1. Demo perebutan limbah di Bekasi
GMBI saat bentrok di Bekasi, Jawa Barat (Foto: liputan6)
GMBI pernah terlibat bentrokan dengan ormas Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Pilar, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 2014. Diduga bentrokan tersebut dipicu perebutan limbah, seperti dikutip laman liputan6.

Bentrokan terjadi pasca GMBI melakukan aksi demo di PT Morin yang terletak di kawasan MM 2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Raya pilar, Cikarang, ormas PP sudah membuat blokade menghadang GMBI. Bentrokan kelompok massa yang sudah berseteru sejak lama ini pun tak terelakkan.

Akibat bentrokan ini, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, sedikitnya 3 unit kendaraan roda 4 juga menjadi sasaran amuk massa tersebut.

2. Demo di depan kantor DPRD Pangandaran
GMBI bentrok di Pangandaran, Jawa Barat (Foto: poskotanews)
GMBI melakukan aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Pangandaran Parigi, Jawa Barat, pada Agustus lalu. Aksi mereka untuk mempertanyakan proses lelang proyek sarana dan prasarana PON XIX di Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, yang dinilai penuh dengan permainan dan hanya menguntungkan sebagian pihak.

Awalnya, dikutip laman poskotanews, aksi berlangsung damai. Namun, beberapa saat kemudian terjadi kericuhan berupa aksi saling lempar batu dan botol minumam massa GMBI dengan LSM mengatasnamakan Bela Pangandaran.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus, menjelaskan bahwa bentrok terjadi usai dilakukan pertemuan antara perwakilan dari kedua LSM dengan Bupati Pangandaran dan Ketua DPRD setempat.

Ketika lima perwakilan keluar, tiba-tiba massa kedua kubu bentrok dan terjadi aksi saling pukul. Akibat bentrokan, 4 unit mobil hancur, belasan orang luka, dan 4 unit mobil lainya milik pentolan ketua dari kedua ormas disita polisi. Polisi berhasil mengamankan puluhan orang yang diduga kuat provokator bentrokan.

3. Pemerasan berujung pengeroyokan
GMBI bentrok di Ciamis, Jawa Barat (Foto: harapanrakyatonline)
Kisruh antara GMBI dengan beberapa ormas dan LSM di Ciamis, Jawa Barat, dipicu oleh perilaku oknum SM dan kawan-kawannya. SM adalah salah seorang anggota GMBI Ciamis pada divisi investigasi, dilansir laman harapanrakyatonline.

Di lapangan, SM selalu menakut-nakuti korbannya sambil mengancam akan diadukan ke kepolisian setempat. Kebanyakan korban adalah aparatur pemerintahan, pengurus LPM, dan panitia kegiatan di desa. Selain lingkup pemerintahan desa, beberapa diantaranya juga teridentifikasi para pengusaha kecil di bidang pupuk.

Modus yang dilakukan SM adalah mengkritisi program-program, seperti Rutilahu (Rumah Tinggal Layak Huni) atau distribusi dan penjualan pupuk bersubsidi. Misalnya, pada KW, salah seorang penjual pupuk di Cijeungjing. Menurut pengakuan KW, awalnya SM dan kawan-kawan menanyakan izin usaha penjualan pupuk. Karena KW tidak bisa menunjukkan kepemilikan izin, SM kemudian meminta uang Rp2 juta, dengan dalih agar tidak dilaporkan pada pihak kepolisian. KW meminta nilai uangnya diturunkan, dan akhirnya disepakati “uang pengaman” jadi Rp1,5 juta.

Kisah yang kurang lebih sama diduga juga terjadi di puluhan titik di Ciamis. Misalnya di Cimaragas, SM dan kawan-kawan meminta uang Rp2,5 juta kepada panitia pelaksana program Rutilahu. Sebelumnya, bahkan SM meminta Rp3,5 juta kepada kepala desa. Setidaknya ada 22 titik di Kabupaten Ciamis yang mengalami kasus yang kurang lebih sama. Namun sebagian kecil di antaranya ada juga yang tidak jadi memberikan uang karena memberikan perlawanan, seperti salah satu desa di Kecamatan Cikoneng Ciamis.

Selain lingkungan pemerintahan desa dan penjual pupuk, ada juga pengakuan dari pelaksana proyek dan pelaku tindak asusila. Bahkan, SM dan kawan-kawan juga pernah beraksi di salah satu pesantren di Banjarsari.

Aksi pemerasan SM dan kawan-kawan ini berujung pada pengeroyokan kepada oknum tersebut. Pengeroyokan dilakukan oleh beberapa anggota dari enam ormas di Ciamis, Jawa Barat, pada 2015 lalu.

4. Berebut lahan PKL
Massa GMBI (Foto: pikiran-rakyat)
GMBI terlibat bentrok dengan ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) pada September 2016 lalu. Bentrok terjadi diduga karena perebutan lahan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berlokasi di STT Telkom.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…