Skip to main content

Surat Terbuka Ketua Progres 98 : Kapolda Metro Jangan Sok Arogan Kepada Ulama


Dakwah Media

PESAN BUAT KAPOLDA METRO JAYA, STOP BERSIKAP AROGAN KEPADA ULAMA !

Pak Kapolda Mochamad Iriawan jangan sok arogan dan merasa paling hebat. Mending ngaji sama FPI biar hidup Anda lebih tenang, amanah dan meraih kebahagiaan di jalan yang benar.

Perbaiki akhlak dan bertindak santun pada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS). Sebab sebagai pribadi muslim, Anda wajib hukumnya mencintai dan menghormati ulama.

Ulama itu pewaris Nabi, mereka berjuang untuk kepentingan ummat, bangsa dan negara. Mereka tidak mencuri uang negara atau terlibat maksiat, kriminal serta menzalimi hidup rakyat.

Jangan karena secuil jabatan dan kepentingan duniawi lalu bertindak angkuh, tidak etis dan apalagi durhaka kepada ulama. Perbuatan tersebut sangat mencederai dan melukai hati ummat.

Kita saja sebagai aktivis yang sangat garang dan keras terhadap penguasa, tapi kepada ulama kita junjung tinggi, hormat dan berupaya bersikap santun pada mereka.

Apalagi Anda selaku pejabat publik, wajib dan harus memberi keteladanan kepada rakyat dengan bersikap santun, rendah hati dan tulus untuk mencintai serta melindungi bartabat Ulama.

Sadarlah, HRS adalah ulama yang sangat giat memerangi upaya kebangkitan PKI dan tindakan tersebut sejalan dengan tujuan konstitusi negara serta aspirasi selurah rakyat Indonesia.

Terkait laporan pengaduan PMKRI segera buang ke tempat sampah. Sebab manuver ormas binaan misionaris Katolik tersebut jelas-jelas telah melecehkan ulama dan bertujuan menyulut kemarahan ummat Islam.

Begitu pula menyangkut pro-kontra dugaan gambar/simbol PKI di uang RI yang baru dicetak, bukan hanya disuarakan oleh HRS. Tapi kasus ini sudah lama dipersoalkan oleh berbagai pihak. Kenapa HRS yang jadi target dan sasaran Anda?

Jadi berhentilah membuat pernyataan yang terkesan ingin menggiring upaya kriminalisasi terhadap HRS. Harus diingat para ulama berhak melakukan koreksi atas masalah apapun di republik ini.

Dan sampai kiamat pun FPI tidak bisa dibubarkan. Ormas Islam tersebut dibentuk oleh ulama dan didukung oleh jutaan rakyat serta telah banyak berkontribusi positif bagi NKRI.

FPI dan Habib Rizieq adalah aset ummat Islam, jadi jangan coba-coba harga diri mereka direndahkan dengan dalih penegakkan hukum yang disinyalir bermotif politik. Stop mengusik ulama dan ummat Islam !

Faizal Assegaf 
Ketua Progres 98

sumber: wac

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…