Skip to main content

Siaran Pers Bohong Kapolda Jabar Usai Periksa Habib Rizieq yang Diungkap oleh Damai Hari Lubis SH


1. Habib Rizieq tidak koperatif.
Padahal, Para Penyidik usai pemeriksaan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari Habib Rizieq saat pemeriksaan dan mereka minta agar disampaikan kepada umat bahwa Habib Rizieq saat pemeriksaan diperlakukan baik oleh penyidik. Dan itu dilakukan oleh Habib Rizieq.


2. Tidak ada penganiayaan terhadap Umat Islam pendukung Habib Rizieq.
Padahal, bukti foto dan video sweeping serta penganiayaan Ulama dan Santri oleh Preman GMBI peliharaan Kapolda Jabar yang dikerahkannya sudah VIRAL di Medsos. Dan para korban pun masih dirawat di RS, bahkan ada yang dioperasi.

3. Habib Rizieq akan jadi tersangka.
Padahal, tugas polisi memeriksa dan menilai baru memutuskan terlapor apakah jadi tersangka atau tidak sesuai UU, bukan merencanakan dan merekayasa agar terlapor jadi tersangka. Andai pun benar Habib Rizieq jadi tersangka, ada prosedur pemberitahun sesuai UU, dan tidak boleh dipublikasikan sebelum waktunya. Itu artinya Kapolda Jabar membocorkan RAHASIA NEGARA.

**


Kapolda JAWA BARAT ANTONIUS CHARLYAN/ AC di medsos? katanya habib Rizieq akan ditetapkan mnjd TSK ? klo benar berita dimedsos tsb berarti sama dengan KAPOLDA JAWA BARAT telah membocorkan kerahasiaan penyidikan yg blm waktunya untuk di publikasi kan.

Itukan sama saja melakukan pembiaran dan memberikan kesempatan kpd TSK untuk mlarikan diri dan menghilangkan alat atau barang bukti. Kalut kayaknya AC karena " JADI WAJAR TIMBUL PERTANYAAN DARI MASYARAKAT PEMERHATI HUKUM ADA APA DIBALIK INI SEMUA? " DITAMBAH SEBELUMNYA SAAT KONPERS KAPOLDA SAMPAIKAN ;

1. KAPOLDA JABAR AC " TIDAK ADA PENGANIAYAAN ' TERHADAP ANGGOTA FPI

2. IB HABIB RIZIEQ KURANG KOOPERATIF?

FAKTA SESUNGGUHNYA : ADA KORBAN BEBERAPA ANGGOTA FPI YANG DIRAWAT DI RS. DAN SELESAI BAP DITANDA TANGANI OLEH HABIB SELAKU TERPERIKSA, PENYIDIK MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS KERJA SAMA BELIAU HABIB DALAM PEMERIKSAAN PEMBUATAN BAP YANG BERJALAN LANCAR , SERTA MENDOAKAN HABIB SELAMAT DALAM PERJALANAN KEMBALI KEKEDIAMANNYA.

Kesimpulannya Kapolda Jabar AC. Telah melakukan pelanggaran etika sesuai Perkap. dan jelas melanggar Azaz Azaz Pemerintahan Yang Baik menurut UU. No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bebas Dari KKN.

Oleh : Damai Hari Lubis | Habibrizieq.co

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…