Skip to main content

Rekam Jejak LSM Yang Disegani Oleh Polri, Termasuk GMBI Terkesan Dipelihara.


wartaktual.info - Ternyata, dari ribuan LSM-LSM yang ada di Indonesia beberapa diantaranya merupakan LSM-LSM yang paling disegani oleh Polri. Buktinya adalah kalau mereka yang melaporkan suatu kasus maka dengan segera oleh Polri, khususnya oleh Bareskrim Budi Waseso langsung ditindak-lanjuti.Ini sangat mengherankan bin aneh. 

Biasanya kalau ada LSM melapor ke Polisi tentang suatu kasus umumnya laporan-laporan itu akan sangat lama diprosesnya dan kadang tidak diproses sama sekali. Kalau memang ingin diproses biasanya harus rajin-rajin datang kembali ke Polisi hingga berkali-kali. Tetapi untuk 3 LSM ini memang oleh Polri diberi keistimewaan khusus. Dalam hitungan 1x24 jam langsung diproses dan langsung dikeluarkan Surat Perintah Penyidikannya (Sprindik). 

Ini benar-benar Aneh. Gw nggak tahu apa keistimewaan 3 LSM ini sehingga membuat Polri, khususnya Bareskrim begitu segan kepada mereka. Jangankan gw yang rakyat nggak jelas. 

Presiden Jokowipun sangat penasaran dengan pihak mana yang melaporkan Tempo ke Bareskrim. Dan ternyata yang melaporkan salah satu dari 3 LSM yang paling disegani Polri itu.Dan berikut investigasi gw pribadi lewat google untuk 3 LSM Istimewa tersebut. 

1.LSM GACD (Government Against Corruption and Discrimination) 
LSM GACD ini adalah LSM yang sangat Misterius. LSM ini diketahui dipimpin oleh seseorang yang bernama Andar Situmorang.

Tapi hanya info tersebut yang dapat dilacak. Gw nggak tau kenapa ini LSM sangat sulit dilacak jejak keberadaannya. Mungkin keberadaan LSM ini dilindungi pihak tertentu demi rahasia Negara. Atau jangan-jangan LSM ini LSM jadi-jadian yang tidak pernah ada dan bisa muncul begitu saja. Yang jelas Polisi sangat segan dengan LSM ini sehingga Laporan pengaduan diproses oleh Polri.Laporan LSM ini tentang mantan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah dan Deputi Pencegahan KPK Johan Budi atas dugaan penyalahgunaan wewenang terkait pertemuan keduanya dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin pada 2008-2010. 

2.LSM KPK Watch Indonesia Mirip dengan LSM GACD, LSM KPK Watch Indonesia juga sangat sulit dicari lewat google maupun search engine lainnya. 

Umumnya sebuah LSM yang eksis dan bekerja selalu membuat sebuah aktivitas pelaporan sehingga ada arsip yang bisa dilacak lewat internet.Tapi oleh Polri LSM ini cukup disegani. Buktinya ketika Direktur Eksekutif LSM KPK Watch Indonesia Muhamad Yusuf Sahide telah melaporkan Abraham Samad ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada 22 Januari. 

Laporan tersebut terkait pertemuan Samad dengan sejumlah petinggi partai politik mejelang Pilpres 2014. Dan langsung diproses oleh Polri. Dan sama-sama kita ketahui Bareskrim telah memproses laporan ini dan diberitakan berbagai media. Jejak dari LSM ini hanya bisa ditemui di laman Facebook dengan akun LSM KPK Watch Indonesia. Sayangnya akun Fesbuk ini jarang sekali aktif. Terakhir aktif pada 17 Juli 2014 dengan membuat sebuah status berisi : “Dukungan terhadap KPK dan komitmen pemberantasan Korupsi Jokowi-JK jauh lebih unggul” 

3.LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Berbeda dengan 2 LSM diatas, LSM ini bisa dilacak aktivitasnya terutama yang berkaitan dengan Pimpinan LSM ini atas nama Mohammad Fauzan Rahman. LSM ini dapat dilacak dengan aktivitasnya yang mayoritas dan mungkin spesialis merupakan aksi-aksi demo terhadap sejumlah pihak dalam beberapa tahun terakhir.LSM GMBI yang berkantor di Bandung dan dipimpin oleh M.

Fauzan Rahman mantan Caleg DPRD dari Partai Demokrasi Kebangsaan untuk Dapil IX Jawa barat ini tercatat pernah melakukan beberapa Demo seperti : a.Demo ke KPK pada Mei 2013 mendesak KPK mengusut kasus PT. Bio Farma dan Korupsi PT.Telkom. b.Februari 2014, GMBI dibawah pimpinan Fauzan berdemo dan mengancam Pemkot Bandung untuk mengeksekusi lahan tanah sengketa tanah di Kelurahan Darwati, Bandung.( Gw nggak tahu detail masalahnya jadi catatan ini hanya jejak yang gw dapat dari Google. 

Lihat saja di link yang gw lampirin) c.Berdemo dan mengepung kantor DPRD Karawang pada 12 April 2012. Dibawah pimpinan M Fauzan rahman GMBI menuntut DPRD menekan Bupati Karawang berkaitan izin pengelolaan lahan 52 Hektar yang diberikan pada PT. Surya Cipta Swadaya padahal menurut GMBI lahan tersebut milik Janda-janda purnawirawan AD. d.Berdemo di Sidang Tipikor Bandung pada 28 april 2014. Mereka menuntut Hakim agar Hukuman buat Koruptor Dada Rosada (mantan walikota Bandung) dijatuhkan seminim mungkin. Aneh ya demo-demonya? 

Hehehe.. e.GMBI juga pada Pilpres lalu (Juni 2014) berdemo menyatakan dukungannya kepada Jokowi-JK. Kelihatannya pimpinannya M Fauzan Rahman sangat segan dengan PDIP. Bahkan ada satu tulisannya di sebuah blog tentang kekagumannya pada Almarhum Taufik Kiemas. f.M Fauzan Rahman juga dari beberapa berita terlihat cukup akrab dengan Eggi Sudjana. Gw nggak tahu karena sama-sama dari Garut Jawa Barat atau sama-sama punya kemampuan menggerakan Demo atau karena Eggi Sudjana dekat dengan Budi Gunawan. 

Jadi untuk Jokowi sekarang mungkin tidak usah penasaran lagi tentang siapa yang melaporkan Tempo ke Bareskrim Polri. Pelapornya adalah M Fauzan Rahman ketua LSM GMBI. Fauzan melaporkan Tempo ke Bareskrim Polri didampingi Eggi Sudjana pada tanggal 22 Januari 2015. 

Tempo dituduh telah membocorkan rahasia Bank berkaitan dengan Rekening Budi Gunawan. Aneh ya, bukan Bank yang melaporkan tetapi sebuah LSM. Dan lebih aneh lagi oleh Bareskrim laporan itu ditindaklanjuti dengan langsung mendatangi Dewan Pers untuk meminta dukungan untuk menyidik Tempo. Dan ternyata bukan hanya Tempo yang dilaporkan oleh M Fauzan. 

Tercatat nama Yunus Husein mantan pimpinan PPATK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto juga dilaporkan M fauzan yang sering didampingi Eggi Sudjana. Gila bener nih LSM yang satu ini. Semua orang yang berhubungan dengan rekening BG dilaporkan ke Bareskrim Polri dan langsung ditindak-lanjuti. 

Satu lagi dari GMBI, ternyata ada juga laporan ke Bareskrim dengan dugaan Abraham Samad memiliki Senjata Api Ilegal alias Surat Izinnya sudah kadaluawarsa. Senpi itu dikabarkan merupakan Pemberian/ Kenang-kenangan dari mantan Kabareskrim Suhardi Alius kepada Samad.

Laporan GMBI ini kali ini bukan dilakukan oleh M Fauzan tetapi oleh pengurus GMBI lainnya yang bernama Moch Mansyur ke Bareskrim tanggal 6 Februari 2015. Heran ya, kok bisa ya sebuah LSM di Bandung tahu bahwa Samad punya senjata api pemberian Suhardi Alius? PIHAK MISTERIUS LAINNYA YANG DISEGANI POLRI Ternyata selain 3 LSM diatas yang sangat disegani Polri, ada 2 orang Misterius lagi yang juga disegani Bareskrim Polri. 

Laporan kedua orang itu langsung direspon secara kilat oleh Bareskrim. Dan kedua orang itu adalah : 1.Feriyani Lim. Melalui Pengacaranya Feriyani melaporkan Abraham Samad membantunya membuat KTP dan KK Palsu tahun 2007. Laporan diterima Bareskrim dengan nomor TBL/72/II/2015/Bareskrim Ini sungguh aneh. KTP dibuat untuk keperluan Feriyani Lim tetapi malah Feriyani yang melaporkan Samad. Dan setelah 2 bulan pengaduan tersebut sampai saat ini public nggak pernah tahu yang mana orangnya. Kasus aneh dan Pelapornya Misterius. 

Sayangnya oleh Polri langsung ditanggapi sehingga AS dijadikan tersangka berikut selanjutnya dinonaktifkan dari Komisoner KPK. 2.Andi Syamsul Bahri. Orang ini juga misterius. Entah darimana asalnya tiba-tiba melaporkan Deny Indrayana ke Bareskrim tanggal 10 Februari 2014 untuk kasus Payment Gateway. Bareskrim Polri begitu dilapori Andi Syamsul langsung bergerak membentuk Tim untuk menyelidikinya. Bahkan Amir Syamsudin mantan Menteri Hukum dan HAM sudah dipanggil untuk dimintai keterangannya untuk kasus aneh ini. Pokoknya kesimpulannya, Polri akan lebih cepat memproses laporan sebuah kasus kalau yang melapor adalah pihak-pihak yang misterius. Sumber tulisan gw ada dibawah, Silahkan baca-baca link dibawah : 



Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…