Skip to main content

Polda JABAR Sebarkan HOAX, Netizen : Polisi mau berantas hoax. Dia sendiri sebar hoax


Kampanye anti hoax Pemerintah dan melempar tuduhan pelaku Hoax itu website portal islam, ternyata tidak terbukti. Kejadian ini adalah salah satu bukti saja, bahwa pelaku Hoax paling banyak dan sistematis itu justru pemerintah dan aparatnya, Benarlah apa yang dikatakan pakar dari UI bahwa Hoax terbaik adalah Hoax penguasa (baca :  Pakar Filsafat dan Logika UI : Hoax Terbaik Adalah Hoax Versi Penguasa).

Paling Gres, Humas Polda jabar telah menyebarkan Berita HOAX melalui akun Facebook resminya  "PWM Jabar Kecam Tindakan FPI" ,  sontak sekretaris PWM Jabar menolak dengan tegas sebaran berita palsu ini  dan melakukan klarifikasi (Baca : Nama Muhammadiyah Dicatut, PWM Jabar Kritik Kecorobohan Humas Polda).  sampai tulisan ini diturunkan, Polda Jabar tidak melakukan permintaan maaf dan klarifikasi, akan tetapi cuma menhapus postingan Hoax tersebut.

Hal ini ramai disesalkan para netizen, ternyata justru Polisi yang menyebarkan Hoax. seperti yang kami kutip di laman Fb :
Dan ternyata, banyak berita yang di posting Humas Polda jabar juga tendensius menyudutkan FPI, seperti tangkapan layar berikut

Tak pelak, sebaran informasi Humas Polda jabar justru membuat muak para netizen, dan memberikan review rendah terhadap laman resminya :
Silahkan Cek komentar dan review Netizen disini :

https://www.facebook.com/pg/humaspoldajabar1/reviews/?ref=page_internal

Terakhir, pesan kami kepada para penegak Hukum dan Institusinya, bersikap adillah kepada ummat muslim dan jangan pernah menyebarkan kebohongan demi untuk menyudutkanya..semoga bertaubat !

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…