Skip to main content

Pengakuan Mengejutkan Kader NU Terkait Foto Abu Janda dan KH Said Aqil Siradj


Dakwah Media - Sepak terjang Abu Janda Alboliwudi kian memprihatinkan. Setelah berani menyampaikan banyak hal terkait Islam selayak ustadz atau kiyai, Abu Janda juga tidak segan-segan berfoto di kantor Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), bahkan sengaja bermain api dengan berfoto bersama petinggi organisasi yang menaungi ormas Islam terbesar di Nusantara ini.

Salah satu yang beredar massif dan banyak disalahgunakan ialah foto Abu Janda bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Para pengagum Abu Janda sekaligus pasukan cyber pengagum penista Al-Qur'an lekas menggunakan foto itu sebagai senjata untuk melancarkan fitnah.

Berikut ini kami kutip wawancara dengan seorang kader prestatif NU, Zahrul Azhar Hans yang berada di lokasi saat Abu janda meminta foto bersama KH Said Aqil.

Tarbawia (TC): Assalamu'alaikum. Salam kenal, Pak Azhar.

Zahrul Azhar Hans (ZAH): 'Alaikumussalam. Salam kenal juga ya.


TC: Maaf, Pak. Foto di sebelah Kiyai Said Aqil benar Bapak?

ZAH: Ya.

TC: Apa benar juga keterangannya seperti yang tertulis?

ZAH: Ya.

TC: Alhamdulillah. Mohon izin saya beritakan di tarbawia.com, boleh Pak?

ZAH: Silakan, dengan keterangan; Saya hanya menyampaikan kondisi saat itu ya. Keterangan Saya tidak untuk memojokkan siapa pun. Tentang siapa  Abu Jandal (seharusnya Abu Janda) itu hal lain. Setahu Saya dia orang baik, cuma terlalu masuk dalam Pilkada DKI dengan membawa organisasi. Tapi dikesankan publik agak mengarah: tidak suka secara person kepada ybs.

TC: Siap, Pak. Keterangan Bapak tidak akan kami kurangi atau tambahi. Insya Allah.

TC: Maaf, Bapak kenal dengan Abu Janda secara personal atau hanya tahu di medsos?

ZAH: Tidak.

Dengan klarifikasi ini terungkap sudah keculasan yang dilakukan oleh Abu Janda yang dimanfaatkan licik oleh tim cyber pembela penista Al-Qur'an. Ulama dan organisasi massa Islam pun disasar, dijadikan kendaraan untuk menggapai tujuan, secara tidak terhormat. [tarbawia]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…