Header Ads

Pemuda Muhammadiyah Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Persidangan Ahok


Dakwah Media - Persidangan tindak pidana penodaan agama oleh calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah sampai tahap pemeriksaan saksi-saksi pelapor. Dalam hal ini, Sekertaris Umum Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mencatat sejumlah keganjilan dalam beberapa proses persidangan yang sudah berlangsung.

Pertama, ia mengatakan bahwa pihak Ahok sebagai terdakwa selalu berupaya membangun opini dengan menyampaikan pernyataan dan pertanyaan yang berbanding terbalik dengan pokok perkara dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

“Sehingga persidangan tidak fokus pada pokok perkara dan diduga Ahok membangun opini untuk kepentingan politiknya pribadi,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Jum’at (13/01).

Kedua, tim penasehat hukum Ahok lebih banyak mengejar dan mempertanyakan hal-hal yang terkait dengan pribadi saksi-saksi dan bertendensi menghancurkan kredibilitas saksi-saksi.

“Padahal, saksi pelapor adalah korban. Bahkan ada ancaman dari pihak terdakwa untuk mempidanakan para saksi. Tindakan ini akan merusak sistem hukum di Indonesia,” jelasnya.

Maka, ia meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) berperan aktif untuk mengcounter pertanyaan penasehat hukum Ahok yang tidak relevan dengan persidangan.

“Atas adanya kondisi di atas kami meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar lebih berperan aktif secara maksimal meng-counter pertanyaan dan pernyataan yang tidak relevan dari pihak terdakwa dalam persidangan,” tegasnya.

“Hal ini perlu dilakukan demi menjaga marwah dan martabat persidangan yang terhormat dan JPU adalah pengacara negara yang harus mempertahankan kebenaran Surat Dakwaan,” tandasnya. [kiblat]
Powered by Blogger.