Header Ads

Muncul Desakan Evaluasi Kapolres Sintang Usai Penghadangan Wasekjen MUI


Pontianak – Umat Islam meminta Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) mengevaluasi kinerja Kapolres Sintang yang dinilai melakukan pembiaran terhadap penghadangan dan penyerangan yang dilakukan pemuda Dayak kepada Wasekjen KH Tengku Zulkarnain.

Ribuan kaum muslimin mendatangi Mapolda Kalbar, Jumat (13/01), menyusul aksi penghadangan dan penyerangan yang dilakukan puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Pemuda Dayak Sintang Kalbar terhadap Wasekjen MUI Pusat KH Tengku Zulkarnain. Salah satu tuntutan mereka adalah dilakukannya evaluasi terhadap Kapolres Sintang AKBP Suharjimantoro.

“Mendesak Kapolda Kalbar untuk memproses Kapolres Sintang karena terkesan melakukan pembiaran terhadap aksi pengusiran tersebut,” kata perwakilan Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu, Muhammad Iskandar Alkadrie usai pertemuan dengan Kapolda Kalbar, Jumat (13/01).

“Kapolres Sintang itu segera dievaluasi kinerjanya,” tandasnya.

“Harapannya ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Menurut Alkadrie, aksi penghadangan dan pencekalan terhadap KH Tengku Zulkarnain di Sintang pun merembet ke daerah lain. Wasekjen MUI Pusat itu kembali mengalami kejadian serupa dalam kunjungan di Melawi.

“Kami sangat menyayangkan sekali akan kejadian ini,” tandas Alkadrie.

KH Tengku Zulkarnain diundang oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, untuk memberikan ceramah dalam acara Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (12/01). Namun, ketika pesawat yang membawa Wasekjen MUI itu mendarat di Bandara Susilo Sintang puluhan orang yang mengaku dari Forum Pemuda Dayak Sintang Kalbar melakukan penghadangan.

Mereka menarik-narik baju KH Tengku Zulkarnain dan sebilah mandau sempat diayunkan ke arahnya. Beruntung, senjata tajam tradisional itu tak mengenai ulama tersebut. Dalam kejadian itu, pihak kepolisian tidak bertindak menghentikan penyerangan tetapi justeru memerintahkan Wasekjen MUI itu untuk tidak turun dari pesawat.
Powered by Blogger.