Skip to main content

Konfrensi Pers Pengacara Ahok Berujung Pelaporan Karena Sebut Alquran Diturunkan Nabi


Omongan adik kandung sekaligus pengacara terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) itu patut diduga merupakan bentuk penodaan terhadap agama Islam.

Padahal sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Al-Qur'an bukan diturunkan oleh Nabi Besar Muhammad. Tapi diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

"Kami tidak tahu apakah yang bersangkutan bicara seperti itu dengan kesengajaan atau tidak, yang jelas kalimat yang kami dengar memang sangat tidak tepat. Kami akan melaporkannya karena video tersebut sudah beredar luas dan menurut kami sudah meresahkan masyarakat," kata pembina ACTA Habiburokhman kepada redaksi sesaat lalu.

ACTA sendiri, lanjut Habiburokhman, sudah menonton video yang ramai dibicarakan di media sosial itu berulangkali.

"Yang kami lakukan hari ini adalah tahap pertama pelaporan yaitu berkonsultasi dengan petugas sentra pelayanan kepolisian Polda Metro Jaya. Jika tahap konsultasi selesai, maka hari ini juga akan dibuat Laporan Polisi," ujar Habiburokhman.

ACTA menyerukan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan di luar hukum mensikapi Video tersebut.

"Kita selesaikan masalah ini secara baik-baik dengan menempuh jalur hukum yaitu melapor ke kepolisian.Masyarakat tidak perlu resah karena Indonesia adalah negara hukum dan setiap bentuk pelanggaran hukum harus ditindak. Yang terpenting kita semua harus menjaga kerukunan beragama," demikian Habiburokhman.

Fifi Lety Indra Tjahaja Purnama diduga melontarkan pernyataan kontroversial terkait Al-Quran saat jumpa pers disela-sela persidangan kakaknya, Ahok, di gedung Kementan, Jakarta, Selasa (10/1), "...Karena saya percaya Al-Quran diturunkan oleh Nabi Besar Muhammad...". [RMOL]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…