Skip to main content

Kivlan Zein datang, ILC dengan Tema Makar Terpaksa Dibatalkan, Ada Apa?



Dakwah Media - Acara Indonesia Lawyers Club yang sedianya kembali ditayangkan TVOne malam ini batal.

Padahal, host acara tersebut yang juga Pemred TVOne Karni Ilyas kemarin sudah mengumumkan lewat akun Twitter-nya bahwa talkshow yang selalu ditunggu pemirsa tersebut bakal tayang kembali.

"Dear pencinta ILC: Diskusi perdana awal tahun baru ILC, Selasa pkl 19.30 besok, berjudul, "Makar". Selamat menyaksikan," cuit ‏@karniilyas.

Namun, ternyata tak jadi digelar karena alasan teknis. Karni Ilyas menyampaikan permohonan maaf.

"Dear Pencinta ILC: dengan beribu maaf, acara ILC yg rencananya malam ini akan tayang kembali, karena alasan teknis terpaksa dibatalkan," kicaunya.

Dalam catatan redaksi, ILC terakhir tayang pada 16 November 2016 lalu. Pada 21 November 2016, dia menyampaikan acara tersebut libur sementara waktu.

"Dear Pencinta ILC: Diskusi ILC, Selasa besok, untuk sementara waktu, diliburkan. Sampai ketemu di ILC yang akan datang. Terima kasih," kicaunya ketika itu.

Saat itu berkembang informasi karena adanya tekanan dari Pemerintah.

Terkait isu tersebut, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Yuliandre Darwis, menegaskan pihaknya tidak memberikan sanksi penghentian pada program ILC.

Dia menjelaskan bahwa KPI mengeluarkan surat peringatan untuk ILC dengan tema "Setelah Ahok Minta Maaf" edisi 11 Oktober 2016 lalu dengan berbagai pertimbangan mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).


Dear Pencinta ILC: dengan beribu maaf, acara ILC yg rencananya malam ini akan tayang kembali, karena alasan teknis terpaksa dibatalkan.
@karniilyas | Di era SBY, ILC begitu bebas merdeka mau bahas apa saja, sekarang kayak terus terancam dengan laras senjata diujung hidungnya.

@karniilyas Krn IBU RAHMAWATI SUKARNO DAN PAK KIVLAN ZEN BESERTA ROMBONGAN YG TERLIBAT DLM KASUS MAKAR MAKA ILC DI BREDEL TUK TAYANG..ya ?😦
@Gemacan70 @karniilyas Rezim parno.. besok2 pak karni angkat topik soal sarung jokowi aja biar boleh tayang semlm suntuk..

@karniilyas pembtalnnya kok tiba2 bang? Gak dibolehin angkat topik MAKAR ya krena takut kthuan bobroknya..angkat topik yg muja muji aja bang

Dear Pencinta ILC: dengan beribu maaf, acara ILC yg rencananya malam ini akan tayang kembali, karena alasan teknis terpaksa dibatalkan.
@karniilyas cari topik yg aman, bang. misal: sarung, fitsa hat, presiden terbaik versi blomberg, atau apalah yg bagus2...

Kok serasa hidup di jaman ORBA ya?
 [rmol/portalislam/dakwahmedia]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…