Header Ads

Ketua LDK PW Muhammadiyah DKI Jakarta Anggap Kapolda Jabar Mirip Preman



Kemarahan Mohamad Naufal Dunggio, Ketua Lembaga Dakwah Khusus PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) DKI Jakarta, terkait dengan postingan dari akun sosial media milik Humas Polda Jabar.

Kemarahan Naufal akibat Humas Polda Jabar yang memuat postingan jika Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jabar kecam tindakan FPI Yang Anarkis, “Maksudnya apa ? ingin benturkan FPI dan Muhammadiyah ?” ujar Naufal yang merasa heran dengan Humas Polda Jabar justru dianggapnya ikut memperkeruh suasana.

Menurutnya persoalan yang ditengarai ormas yang menghadang pihak umat muslim di Polda Jawa Barat sudah ingin membenturkan antara rakyat dengan rakyat. Karena menurutnya Kapolda Anton Charliyan sudah keterlaluan.

“Kapolda Jabar dalam menyelesaikan masalah di wilayahnya memakai cara-cara premanisme.” ujarnya kesal. menurutnya kultur polisi itu seharusnya mengayomi, melayani dan melindungi.


“Justru Kapolda menggantinya dengan gaya menghabisi dan memumihangsukan. Ini model pemimpin preman tapi berseragam yang seragamnya justru dibiayai oleh uang rakyat,” sambungnya.

Sementara itu pihak PWM Jawa Barat, melalui Sekretarisnya, Rizal Fadillah, membantah jika PWM postingan dari Humas Polda Jabar. Justru PWM Jabar mendukung langkah yang dilakukan dalam konteks dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

“PW Muhammadiyah tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengecam pernyataan tindakan FPI tersebut,” ujarnya yang merasa kesal dengan pihak Humas Polda Jabar justru membuat berita bohong.

Sementara itu, postingan terkait dengan berita bohong yang diunggah oleh pihak Humas Polda Jabar sudah dihapus oleh adminnya. Bahkan sore ini, Fancpage Facebook resmi milik Humas Polda Jabar juga dihapus !!, tanpa permintaan maaf sedikitpun. (pb)
Powered by Blogger.