Skip to main content

Jualan Bakso di Alkid Solo, Pria Ini Gratiskan Bagi Penghafal Alquran Selamanya


Dakwah Media - Pedagang bakso asal Kota Solo menggratiskan dagangannya untuk penghafal Alquran (hafiz). Tak hanya satu kali gratis, tawaran itu berlangsung selamanya, sehingga para hafiz bisa rutin gratis di warung tersebut.

Informasi tentang penjual bakso unik ini diunggah akun Ariya Saputra Nsr, Sabtu (7/1/2017). Akun tersebut mengajak netizen mendoakan dan melariskan dagangan bakso tersebut karena penjual mengajak pada tindakan kebaikan

“Lur telur dongakne usahane mase dodol bakso lancar nggih, masse ngajak apik, ganteng sisan, nggo mang tumbasi baksone, pintu selatan Alkid lur telur,” tulis akun Ariya Saputra Nsr.


Bakso tersebut diberi nama Bakso Arema 46, di gerobak yang menampangkan gambar motif motor pembalap Valentino Rossi itu diberi pengumuman dengan kertas putih yang bertuliskan ‘Hafal Alquran gratis selamanya’.

Pemilik Bakso Arema 46 adalah seorang pria bernama Rochmat Nurhidayat. Berdasarkan penelusuran di akun Rochmat

Nurhidayat, sebelum berjualan di area alun-alun selatan, Rochmat pernah berjualan keliling menggunakan gerobak motor.

Harga bakso pun terbilang terjangkau, berdasarkan informasi akun Ariya Saputra Nsr, satu mangkok Bakso Arema dihargai Rp7.000. “Wingi aku tuku 7000, mugi-mugi tak upload ning kene dadi lancar berkah mas, Amiin,” tulis akun Ariya Saputra Nsr. Bakso Arema 46 diinformasikan buka sore hari.

Informasi ini mengundang respons netizen. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Selasa (10/1/2017), pukul 17.03 WIB, informasi tentang Bakso Arema sudah dibagikan lebih dari 50 kali, mendapat reaksi lebih dari 3.000 netizen, kolom komentar diramaikan lebih dari 150 komentar.

“Semoga barokah,” tulis akun Yadii Robeert.

“Enak, aku wes nyoba baksone,” tulis akun Thiti Zoaccx.

“Berita bagus, nek hafal e surat Al Fatihah gratis berapa kali ya?” canda akun Ashter Brow.

“Pernah ngobrol-ngobrol kalih bakule, walaupun bakso kaki lima tapi hobine modif motor racing, keuangan keluarga tak terganggu, wonge jik enom, iman e apik, Jos lur,” tulis akun Deny Denko

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…