Skip to main content

Inilah Pelaku Pembuat Tulisan Arab Lafadz ALLAH Pada Hiasan Natal Hotel Novita Jambi


Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi akhirnya berhasil menangkap pelaku utama yang membuat tulisan lafadz Allah pada hiasan natal di Hotel Novita Jambi. Pelaku merupakan karyawan lepas dari Hotel Novitas memiliki inisial RZ.

"Dia ini kan karyawan lepas, level bawahanlah. Sehingga sering "merasa" terinjak-injak oleh pihak hotel yang kebetulan beragama Non Islam" jelas Kapolda Jambi dalam konferensi pers di Jambi seperti dilansir sr28jambinews, kamis(5/1/2017).

Dalam keteranganya Kapolda memaparkan bahwa bahwa alasan RZ menyusun bebatuan kerikil di bawah miniatur gereja di lobby hotel tempatnya bekerja.

"Akhirnya disusunlah batu-batu kerikil di miniatur gereja di Lobby Hotel tersebut. Awalnya RZ cuma menyusun huruf "W". Belum ada tajwidnya (tanda baca) waktu diawal itu. Huruf W itu dibuat juga motif kelilingnya kaki. Nah selang beberapa saat dibentuklah menyerupai lafadz Allah" jelas Kapolda Jambi.

Pihak kapolda juga mengungkapkan motif pelaku menyusun kerikil menyerupai lafadz Allah adalah sebagai bentuk ungkapan perasaan selaku bawahan yang selama ini diinjak oleh pemilik hotel.

"Yang pelaku kira-kira menafsirkan gambaran ia yang muslim merasa di injak-injak oleh agama pemilik hotel" jelas Kapolda sembari menirukan apa yang diungkapkan oleh pelaku saat proses penyelidikan.
Tulisan Lafadz Allah pada Hiasan Natal Hotel Novita [foto Facebook Bram Aprianto]
Seperti diberitakan sebelumnya Hotel Novita Jambi menarik perhatian publik karena memasang ornamen hiasan natal yang bertuliskan lafadz Allah yang diletakan di lantai dibingkai telapak kaki dalam hiasan batu kerikil putih.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…