Header Ads

Hadiri Maulid Nabi di Pontianak, Tengku Zulkarnain Cerita Insiden Penghadangan di Sintang


Dalam tausiahnya di Pontianak, KH Tengku Zulkarnain mengajak umat Muslim bersama-sama meramaikan masjid Baiturrahim yang baru saja diresmikan. “Karena Rumah Allah bukan tempat tinggal Allah, tetapi rumah yang penuh rahmat Allah,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh mahkluk yang beriman akan mendapat rahmat dari Allah, tetapi kalau barokah, banyak atau bagi siapa saja.

“Alangkah bangganya kita lahir dan sampai mati bersama atau tetap beriman kepala Allah SWT. Kalau ada orang yang lima waktu terus shalat di masjid mustahil hidupnya melarat, karena masuk masjid dapat rahmat dan begitu keluar shalat dari masjid dan perbanyak zikir maka akan dapat rezeki,” ungkapnya.

Orang Islam, ujar dia, hidup tidak jauh dari masjid baru kemudian mengurus hal duniawi. “Makanya umat Muslim di Pontianak patut berbangga bisa membangun Masjid Raya Mujahidin dengan anggaran mencapai Rp100 miliar lebih,” katanya.

Ia menambahkan, siapa yang membuat masjid walau hanya sebesar kandang burung, maka Allah SWT akan bangunkan surga baginya.

Ia melanjutkan, sedangkan Nabi berkata kalau zinah merajela, maka akan diturunkan penyakit yang tidak bisa terobati. “Maka memperbaiki moral adalah tanggung jawab kita semua, sehingga tidak boleh tidak peran ulama dibutuhkan dalam memperbaiki kerusakan moral tersebut,” katanya.

Makanya, menurut dia, umat Muslim jangan “belajar” melalui google, karena dia akan sesat, tetapi belajarlah pada ulama agar tidak sesat.

“Kemarin saya dicegat oleh sekelompok orang di Sintang, bawa senjata tajam, begitu pintu pesawat dibuka mereka menolak FPI, padahal saya Wasekjen MUI. Dan saya tidak pernah menghina siapapun, atas kejadian itu, saya tidak benci atau lainnya,” katanya.

Dalam agama manapun tidak boleh menghina agama lain, atau lebih dikenal “lakum diinukum wa liya diin” artinya bagimu agamamu, bagiku agamaku, kata Tengku.

Powered by Blogger.