Skip to main content

Habib Rizieq Telanjangi Argumen Pendukung Islam Nusantara


Jamaah yang telah memenuhi masjid jami’ itu sejatinya telah dengan sabar menunggu kehadiran Habib Rizieq sejak pukul delapan pagi. Sembari menunggu Habib Rizieq, mereka membaca Maulid dilanjutkan mendengarkan tausiyah dari para habaib dan ulama setempat. 

“Ingin melihat habib dari dekat,” kata seorang ibu yang lebih memilih berdiri di pinggir jalan menunggu kehadiran Habib Rizieq. Saat ada tanda-tanda Habib Rizieq tiba, hujan turun makin lebat. Tak ayal sang ibu pun akhirnya tak bisa melihat sosok yang dinantinya, karena begitu turun dari mobil, Habib langsung dikerubungi puluhan jamaah dan dikawal ketat masuk ke dalam Masjid. 

“Hari ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, nabi yang sempurna, membawa risalah yang sempurna. Membawa agama langit, bukan agama Arab. Lucu kalau ada yang pidato kalau jadi Islam jangan jadi Arab. Itu lucu,” kata Habib memulai ceramahnya. 

Habib menjelaskan, sebagai agama langit (dinun samawiyun), Islam datang dari Allah Swt, bukan dari Arab. Perkara Islam diturunkan di kawasan Arab, itu persoalan lain. “Yang bilang Islam agama Arab itu bahlul,” kata Habib disambut gemuruh para jamaah. 

Bisa ditebak, ceramah Habib Rizieq akhirnya menguliti argumen kalangan pendukung Islam Nusantara. Tentu dengan istilah dan bahasa yang sangat merakyat. Habib Rizieq tegas menolak gagasan Islam Nusantara.  

“(Kalau ada yang bilang) Islam itu pendatang, bukan Islam Islam yang pendatang. Ente yang pendatang. Ente belum lahir di dunia, Islam sudah ada. Itu namanya pendatang,” ungkap Habib.

Menurut Habib, Islam di manàpun hadir di muka bumi tidak pernah pendatang. Islam akan selalu jadi pribumi.

“Lalu ada yang bilang, Islam bukan agama leluhur. Emang leluhur lu siapa?. Monyet?”, kata habib yang lagi-lagi disambut gemuruh jamaah. 

Menurut Habib, jika seseorang mengakui bahwa leluhur mereka adalah Nabi Adam, maka sejatinya Adam juga beragama Islam. Sehingga, agama Islam juga sejatinya menjadi agama leluhur bangsa Indonesia. 

Karena itulah Habib Rizieq menolak konsep Islam Nusantara. Ia beralasan, jika di Indonesia Islam harus dinusantarakan, maka di Afrika akan lahir Islam Afrika, dan di China lahir Islam China. “Di India nanti akan ada Islam Kuch-kuch Hota Hai,” katanya lagi. Wali Songo, kata Habib, dahulu mengislamkan Nusantara. Bukan menusantarakan Islam. 

Habib juga menyebut merupakan hal yang berbahaya jika ada kalangan yang mengatakan ambil Islam, buang Arabnya, jadi Islam jangan jadi Arab. 

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…