Skip to main content

Habib Rizieq Diperiksa di Polda Jabar, Ribuan Umat Islam Beri Dukungan


Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab memenuhi panggilan Polda Jawa Barat, Kamis (12/1/2017). Kedatangan Habib Rizieq di Polda ini guna dimintai keterangannya di terkait laporan Sukmawati yang menuduhnya telah melecehkan Pancasila.

Sementara itu ribuan massa dari masyarakat muslim Jabar dan perwakilan elemen Ormas Islam nampak memenuhi jalan masuk pintu Mapolda Jabar. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kedatangan masyarakat muslim ini ingin memberikan dukungan kepada Habib Rizieq yang tengah dimintai keterangannya.

Beberapa perwakilan ormas Islam bergantian memberikan orasinya diatas mobil bak terbuka. Dalam orasinya mereka meminta agar aparat kepolisian khususnya Polda Jabar melakukan pemeriksaan secara fair dan tidak ditunggangi kepentingan politik atau pesanan segelintir orang.

“Kita pastikan bahwa Habib Rizieq tidak melakukan penghinaan apalagi pelecahan terhadap Pancasila sebagaimana yang dilaporkan Sukmawati. Apa yang disampaikan Habib Rizieq hanyalah pelurusan sejarah,” ungkap salah satu perwakilan dalam orasinya.

Beberapa orator juga menyayangkan pemanggilan Habib Rizieq yang dinilai terlalu cepat jika dibandingkan dengan penanganan dugaan penistaan agama oleh Ahok. Hal yang sama juga ketika Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di laporkan di Polda Jabar terkait dugaan penistaan agama. Namun tidak ada penyelesaian yang tuntas dan memenuhi rasa keadilan masyarakat. Mereka meminta polisi bisa bersikap adil, jujur dan transparan.

“Kalau yang dilaporkan orang Islam apalagi ulama, semangat betul polisi menanganinya. Tetapi ketika yang dilaporkan politisi apalagi seorang pejabat lambat betul polisi memanggilnya,” ujar salah satu orator.

Selain melakukan orasi mereka juga memanjatkan doa agar Habib Rizieq khususnya dan umat Islam umumnya diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan dan fitnah ini. Beberapa orang juga terlihat melakukan dzikir, shalawatan dan juga membaca asmaul husna.

Sementara itu tak jauh dari massa ormas Islam, ratusan massa yang tergabung dalam elemen Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) juga melakukan orasi. Namun bedanya massa GMBI ini terkesan memberikan dukungan kepada pihak kepolisian yang melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Habib Rizieq yang dianggap telah menghina dan melecehkan Pancasila.

Beberapa orator juga menyampaikan bahwa dasar Negara adalah Pancasila maka siapa pun yang tinggal dan menjadi WNI harus menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Menurutnya Pancasila adalah salah satu hasil perjuangan bangsa dan seluruh rakyat Indonesia sehingga jika ada yang menghina apalagi melecehkan maka secara tidak langsung ia telah mengkhianati bangsa dan rakyat Indonesia.

Beberapa kali kedua massa yang saling berhadapan ini sempat terprovokasi oleh oknum ingin ingin mengacaukan suasana kondusif namun aparat kepolisian yang berjaga dan bersiaga penuh berhasil meredamnya. Kedua massa ini dibatasi dengan pagar kawat berduri yang sengaja dipasang oleh polisi sebagai antisipasi hal yang tidak diinginkan. Sementara diperoleh informasi massa ormas Islam akan bertahan hingga dipastikan Habib Rizieq tidak ditahan dan keluar dari Mapolda Jabar.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…