Skip to main content

Guyonan Felix Siauw Sindir Pemerintah, Cabe mahal, "Nanem sendirilah!" "Stnk mahal" Yowis ngeprint dewe


Kebijakan Pemerintah yang baru saja menaikkan tarif pengurusan STNK mendapat respon oleh ustadz terkenal Felix Siauw.

Selain mengomentari soal kenaikan STNK, Felix Siauw juga mengomentari statemen Menteri Perdagangan yang sebelumnya meminta masyarakat menanam cabai sendiri lantaran harga cabe merah tembus hingga Rp 90rb per kilogram.

Mengutip berita dari laman detik finance dikatakan bahwa Mentri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengimbau, supaya masyarakat dapat menanam cabai sendiri di pekarangan rumahnya, dan beralih untuk mengonsumsi cabai kering.

Menurutnya Rakyat itu berasal dari bahasa Arab yang artinya "di urus". Kamipun mencoba menelusuri, ternyata beasal dari kata "Ri'ayah" Artinya adalah penjagaan, pemelihara atau pengurus.

Artinya Rakyat adalah orang-orang yang seharusnya dijaga dan diurus oleh pemerintah. Bukan malah dibebani dengan kebijakan yang menyengsarakan.

Dalam statusnya Ustadz Felix Siauw menulis:

Jawaban Sekenanya

Cabe mahal | "Nanem sendirilah!"
"Stnk mahal" | Yowis ngeprint dewe 😝😝😝

Cabe mahal | "Nanem sendirilah!"
"Nikah susah" | Ya sudah membelah diri aja 😆😆😆

#guyon

*edisi jawab sekenanya..

Logika sederhana, pemerintah itu ada untuk mengurusi rakyatnya |
Kalau rakyat disuruh ngurus sendiri, untuk apa ada pemerintah? 😀😀😀

Rakyat itu dari bahasa arab yang artinya 'diurus' |

Lha kalau pelayan rakyat nggak mau ngurus lagi?

Padahal Islam sudah sediakan seperangkat sistem |
Aturan untuk membuat semua bahagia 😀😀😀

Pertanyaannya, mana yang kita pilih? |
Sistem Islam ataukah sistem selain Islam? 😄😄😄

Statusnyapun banyak menuai komentar, salah satunya Arni Octafiani yang tidak suju dengan status tersebut dan mengatakan: "Ustad lebih baik menebar kebaikan melalui dakwah2 ttg islam.. Pasti akan banyak orang/jemaah yg akan lebih respect ke Anda.. *termasuk saia"

Namun komentar tersebut justru dibalas oleh Felix Siauw " kebaikan itu adalah Islam, dalam Islam ada amar ma'ruf nahi munkar, dan status diatas itu bagiannya :)

tapi kalau tetep tidak suka, semua disini tidak ada yang dipaksa untuk membaca apa yang saya posting, silakan dengan senang hati di-unfollow aja, atau di-block, supaya tidak mangganggu mbak

saya menyampaikan apa yang harus saya sampaikan, bukan sesuatu yang ingin didengar orang :D" [bito]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…