Skip to main content

Duh, Afkir 30Ton Perhari Sari Roti Akhirnya Dijual Untuk Pakan Ternak

Netizen heboh dengan postingan pada salah satu akun twitter bernama “Sikumisku” Atau web sikumis.com.Dalam tweep yang dibuat pada tanggal 7 Januari 2017 tersebut berisikan postingan dijual untuk pakan ternak yang berasal dari Sari Roti yang afkir dengan jumlah sebanyak 30 ton perhari.

Sungguh luar biasa sebuah produk Sari Roti yang selama ini sangat  terkenal, populer serta sangat laris penjualannya dimata masyarakat indonesia ternyata belakangan ini sudah mulai surut dari minat beli warga indonesia dan penjualannya mendadak anjlok.
Seperti kita ketahui bahwa belum lama ini produk sari roti memang mendapat boikot dari umat islam indonesia. Hal ini sehubungan dengan klarifikasi di web resmi mereka yang di anggap melecehkan umat islam.Sehingga membuat umat islam marah dan melakukan pemboikotan terhadap produk Sari Roti.Meski tidak ada permintaan maaf terhadap umat islam yang di lakukan oleh perusahaan Sari Roti terhadap umat islam namun akhirnya pernytaan tersebut terpaksa di hapus dari web resmi mereka. Apakah hal ini merupakan dampak dari pemboikotan tersebut?
Berikut tanggapan beberapa netizen:

 ‏@Ale00008 "@sikumisku ternaknya harus yg golongan menengah ke atas 😁😁"

 bung ‏@ahokowi"@sikumisku itu afkiran @SariRotiDotCom yang untuk golongaan menengah keatas?  πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚"

 Asthrie ‏@asthrie_fitri"@sikumisku lhadalah,..ini produksi pakan orang apa pakan ternak ?? πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”"
 ‏@crewagusasy"@sikumisku buat umpan lele mau gk lelenya ya??"

 em_ie ‏@misbah070477 "@sikumisku omak, klo 6bln gini byk expired date, bangkrut pabriknya, mampus"

 ‏@PemburuDajjal07 "Banyak amat 30 ton! @sikumisku"

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…