Skip to main content

Astaghfirullah, Relawan Ahok-Jarot Bikin Karikatur Lecehkan Ulama dan Islam Mirip Karikatur Majalah Charlie Hebdo


Foto diatas bersumber dari akun salah seorang netizen di sosial media facebook (Muhammad Mushlih), di foto tersebut tertulis pesan orasi :

" Jangan terjebak dengan yang bilang "bela agama" agama sudah di jual kepada politikus busuk"
"mau NKRI aman damai tangkap biang kerok nya"
"ini masalah politik agama diperalat untuk menjatuhkan lawan politik"

tertanda : barisan relawan basuki-djarot

Ya begitulah kata-kata yang tertulis pada spanduk orasi di depan mobil komando massa pro-Ahok dalam sidang ke lima tersangka penista agama yakni basuki tjahaja purnama (9/1/2017). Ahok didakwa dengan Pasal 156 dan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atas dugaan penistaan agama terkait dengan Surat Al Maidah ayat 51

Tapi saat melihat karikatur dari spanduk orasi tersebut agaknya ada beberapa hal yang membuat hati sedih bahkan terluka, beberapa pertanyaan pun muncul dalam benak.

Pada karikatur tersebut dilukiskan seseorang yang mungkin dimaksud "Politikus" menunggangi seseorang yang berpenampilan islami, lalu apa atau bagaimana orang yang ditunggangi tersebut akan disebut ? kenapa harus digambar demikian ? kepada siapa gambar "yang ditunggangi" itu tertuju ?.

"Jangan terjebak dengan yang bilang "bela agama" agama sudah di jual kepada politikus busuk". Apakah gambar orang yang ditunggangi itu merujuk pada kalimat ini ? haruskah digambar dengan karakter karikatur seperti itu ? berpeci ? jenggotan ? sorban yang dikalungkan ke leher? memakai baju gamis putih ? apakah tidak apa-apa membuat karikatur seperti itu ? Apa sebenarnya maksudnya ? dan banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya, silahkan anda tambahkan saja pertanyaannya dan catat dalam note anda untuk menjadi catatan bagi diri anda.

Melihat gambar tersebut terlintas dan teringat sebuah media prancis yang menampilkan karikatus yang selalu menghina dan melcehkan islam dengan gambaran karikaturnya. ya media tersebut bernama Charlie Hebdo.

Berikut sebuah contoh dari kartun media Charlie Hebdo.
Bagaimana gambaran karikatur muslim disana ? berpeci, jenggotan, berbaju gamis putih, bagaimana dengan gambar-gambar yang lain ? silahkan anda cek sendiri.

Entah hanya perasaan saya atau kaum muslim yang lain juga merasakan, tapi saat melihat spanduk orasi diatas rasanya membuka luka lama dari sakitnya pelecehan dan penghinaan media Prancis Charlie Hebdo, mungkin juga seperti karikatur-karikatur yang digunakan untuk melecehkan umat islam dimedia sosial atau sejenisnya.

Yah, sebelumnya tulisan ini hanya ingin menyampaikan isi hati, sebut saja curhat karena rasanya hati ini perih saat seperti diprovokasi seperti ini, di ulangi "seperti diprovokasi", takutnya nanti tulisan ini dimasukkan kedalam konten yang provokator oleh pihak berwajib maka baiknya diklarifikasi terlebih dahulu, bahwa ini curhatan hati dari muslim yang merasa hati nya terluka karena "seperti" diprovokasi.

Yah mungkin saja beberapa orang sependapat dan sebagian tidak, karna pro dan kontra didunia ini akan selalu ada di aspek manapun dalam kehidupan ini. (Posmetro.co)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…