Skip to main content

Apa Dan Siapa Yang Membatalkan ILC Bertema Makar?


Masih jadi pertanyaan di kalangan masyarakat pemerhati politik di tanah air tentang apa dan/atau siapa sesungguhnya yang menjadi faktor utama pembatalan acara Indonesia Lawyer Club (ILC) bertema makar Selasa malam (10/1).

Sejumlah tokoh yang sudah hadir di lokasi ILC di Hotel Borobudur, Jakarta, balik kanan dengan kepala dipenuhi tanda tanya.

"Saya dapat informasi Bang Karni Ilyas sakit. Kabarnya, tekanan darahnya naik. Jadi acara dibatalkan," ujar tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri yang sedianya menjadi salah satu pembicara kunci dalam sesi kali ini.

Rachma dan sejumlah tokoh ditangkap pada pagi hari tanggal 2 Desember 2016. Mereka dituduh melakukan makar dan ingin menggulingkan pemerintahan yang syah, serta ditetapkan sebagai tersangka.

ILC yang batal itu sedianya membahas tema ini untuk memperjelas duduk persoalan. Perwakilan polisi pun diundang dan sudah hadir di lokasi acara.


Tak banyak informasi yang didapatkan dari Karni Ilyas. Di akun Twitter miliknya, dia hanya mengatakan, bahwa ILC kali ini terpaksa dibatalkan karena alasan teknis. Tidak ada penjelasan mengenai alasan teknis apa yang dimaksudnya.

Tak sedikit pemilik akun Twitter yang mengomentari twit Karni itu.

"Pembatalannya kok tiba-tiba Bang? Toidak dibolehkan angkat topik makar ya karena takuj kan bobroknya… Angkat topik yang muji-muji saja Bang," tulis @AswandiNaufal.

Seorang follower lain, @BedarBuana, menulis, "Pada gemes Gak sih nih rezim ngebelit kemana-mana, cekal sana, tekan sini."

"Ada yang kejang-kejang," tulis @Lee_juan.

@Amyr_Czam menulis, "Cari topik yang aman, Bang. Misal: sarung, fitsa hat, presiden terbaik versi blomberg, atau apalah yang bagus-bagus…"

Pemilik akun @Gemacan70 bertanya, apakah pembatalan karena kehadiran tersangka makar seperti Rachamwati Soekarnoputri dan Kivlan Zen.

@abu_waras tak mau kalah, dan mengatakan, "Di era SBY, ILC begitu bebas merdeka mau bahas apa saja. Sekarang kayak terus terancam dengan laras senjata di ujung hidungnya."

"Paling distop sama yang dulu. Ya sudah tayangnya setelah 2019 aja biar aman," tulis @PangeranBiru212.

Sekian banyak pertanyaan itu belum terjawab. Mungkin besok atau lusa kita bisa mengetahui dengan pasti mengapa ILC Selasa malam ini, yang mestinya menjadi sesi pertama setelah absen beberapa waktu dibatalkan. [rmol]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…