Skip to main content

Aliansi Umat Islam Kalbar 'Tegas'! Menyatakan : Halangi Dakwah Ulama, akan Menjadi Musuh Kami!


www.mediaIslam.Org - Habib Muhammad Iskandar menyayangkan adanya aksi pencekalan terhadap Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain. Untuk itu, ia mendesak kepada pihak terkait, dapat segera memberikan reaksi positif dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Baca Juga: Dihadang Pasukan Dayak, Ternyata Kiai Tengku Tidak Gentar, Mundur Karena Permohonan Polisi

“Kami sangat menyayangkan sekali atas kejadian ini, dan kami harap Ketua DAD yang terkait dengan masalah pencekalan ini, kami harap agar bisa mengambil sebuah kebijakan, tentunya meminta maaf segera kepada umat Islam,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Formatur Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu, Ustaz ‘Athaillah juga mendesak Kapolda Kalbar mengusut dan memproses aktor intelektual atas pengusiran tersebut.

“Mendesak Kapolda Kalbar untuk memproses Kapolres Sintang, karena terkesan melakukan pembiaran terhadap aksi pengusiran tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: KH Tengku Zulkarnain Sempat Ditarik dan Diserang Sebilah Mandau


Selain itu juga mendesak Dirjen Perhubungan Udara atau PT Angkasapura II, untuk memproses Kepala Bandara Susilo Sintang yang telah membiarkan sekelompok Pemuda Dayak Sintang masuk ke dalam objek vital seperti bandara.

Selanjutnya, Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu mendesak Legislatif dan Eksekutif untuk melakukan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang melakukan intoleransi dan mengganggu kenyamanan beribadah Umat Islam.

“Kami Umat Islam umumnya dan umat Islam Kalimantan Barat khususnya, sangat menghormati para Kiyai, Ustaz dan Ulama kami yang istiqomah dalam membela agama Islam, dan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Sehingga siapapun yang melecehkan dan menghalang-halangi dakwah mereka, maka ia akan menjadi musuh kami,” jelasnya.

Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu menyatakan bahwa FPI adalah milik Umat Islam. Sehingga siapapun yang ingin membubarkannya, maka sama dengan ingin membubarkan Islam.

Kepada seluruh rakyat Republik Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Barat, hendaknya saling menjaga keutuhan NKRI.

“Harapan kami, pernyataan kami tersebut ditindaklanjuti oleh pihak terkait, dan apabila pernyataan ini tidak diindahkan atau tidak ditindaklanjuti, tidak menutup kemungkinan akan ada aksi-aksi yang lebih besar dari aksi saat ini,” tegas Ustaz ‘Athaillah. [Ibnu/panjimas]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…