Skip to main content

Alhamdulillah, Pemeluk Katolik Ini Masuk Islam dan Nyatakan Diri Keluar dari Teman Ahok


Dakwah Media - Pemeluk Katholik dari Jemaat Gereja Santa Maria Tangerang bernama Lieta Septiarysa memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat dan menyatakan diri memeluk Agama Islam. Lieta yang merupakan anggota Teman Ahok juga menyatakan diri keluar dari Teman Ahok.

Lieta mengucapkan Ikrar Syahadat dengan dibimbing Tim Akhwat Mualaf Center Darussalam di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur pada ba'da Sholat Dhuhur, sabtu 14 Januari 2017.

"Ba'da dhuhur ini hidayah Allah diterima saudari kita yang baru Lieta Septiarysa (mantan Katholik jemaat Gereja Santa Maria Tangerang, mantan Teman Ahok yang sekarang in syaa Allah Bukan Teman Ahok) bersyahadat bersama team akhwat Mualaf Center Darussalam di Masjid Darussalam Kota Wisata" Ujara Wakil Direktur Mualaf Center Indonesia Hanny Kristianto melalui akun Facebook pribadinya. 

Hidayah Allah datang ke Lieta berawal saat memperhatikan kaum muslim di lingkungan Lieta yang meskipun sangat sibuk dan lelah mereka tetap menjalankan sholat 5 waktu dan tidak pernah meninggalkannya karena menjaga tawakal.

Lieta mulai menyadari kesalahan beribadah dengan menggunakan patung, salib dan gambar yang dilarang dalam injil. Sementara saat memperhatikan ajaran Islam, hanya satu - satunya agama yang Allahnya tidak dapat dilihat oleh manusia dan hanya umat muslim yang hafal kitab sucinya.

Lieta membuktikan bahwa berusaha tawakal kepada Allah telah memberikan keyakinan yang besar sekali bahkan membuahkan kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan dan ujian yang berat yang sedang dialami kaum muslim saat ini. 

Lieta Bersama Tim Akhwat Mualaf Center Darussalam di Masjid Darussalam Kota Wisata

"Kita doakan Lieta dan semua mualaf juga kaum muslim yang ridha dengan Allah Ta’ala sebagai Rabb-nya dan islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul-Nya dapat mensyukuri dan merasakan kelezatan/kemanisan iman" Doa Hanny atas keIslaman Lieta.  [bito]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…