Header Ads

Ahok Bohong, Sebut Proyek RPTRA Murni CSR, Nyatanya Pakau APBD 2016, RP. 151,6 Miliar


Dakwah Media - Dalam debat yang dilakukan oleh KPUD DKI Jakarta, Jumat (13/1) kemarin malam, petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat bangga ketika memaparkan “ngelesnya” pembangunan yang sudah dilakukan.

Salah satunya adalah pembangunan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) yang diangapnya sebagai sebuah hasil pencapaianny selama menjbat sebagai Gubernur DKI.

Namun hasil pekerjaan tidak disebutkan oleh Ahok, karena salah satu bangunan di RPTRA Pinus Elok wilayah Cakung Jakarta Timur, mengalami kerusakan parah pada bagian atapnya.

Proyek yang menggunakan dana APBD tahun 2016 ini, terpaksa harus diperbaiki kembali oleh Plt. Gubernur Soni Sumarsono.

“Ada kekeliruan, karena tidak ada batang tarik untuk penahan kerangka, makanya ambruk. Ini harus diubah memakai bayang penahan,”ujar Kasudin Perumahan dan Gedung Pemkot Jakarta Timur. Ujang Zenudin, ketika itu.

Namun dalam debat Ahok ternyata berbohong lagi. Ahok sempat mengatakan jika pembangunan RPTRA murni menggunakan dana CSR, namun kenyataannya tidak, karena semua pembangunan RPTRA di wilayah lima Kota Administrasi KotaJakarta menggunakan dana APBD Rp. 151,9 milyar.

“Kalau tidak memaki pasti berbohong, itulah Ahok,” ujar Abdullah Kelrey Ketua Indonesia Youth Solidarity. Dan Dullah meminta agar BPK membongkar dana CSR yang di klaim Ahok dipakai untuk pembangunan 70 RPTRA yang sudah di resmikan.

Dalam sebuah web milik Ahok-Djarot, mereka mengklaim Bahkan RPTRA yang dibangun dengan dana Rp. 151,9 milyar dari 70 yang diklaim sudah diresmikan, masih ada sekitar 118 buah RPTRA yang belum diresmikan.

Menurut Dullah, dalam lama milik lpse.jakarta.go.id terlihat jelas jika proyek RPTRA tersebut sudah selesai lelang, dan menggunakan dana APBD DKI Jakarta. [pbc]
Powered by Blogger.