Skip to main content

Yukz Mengenal Penyakit Hashimoto...


Ada jenis penyakit yang masih terdengar awam ditengah masyarakat. Baru-baru ini artis Hollywood Gigi Hadid mengaku menderita penyakit Hashimoto. Sebelumnya sudah ada artis lain yang juga mengaku mengalami penyakit tersebut yakni Zoe Saldana, Gina Rodriguez, dan Victoria Justice. Apa sebenarnya penyakit yang mereka alami itu?

Hashimoto adalah penyakit gangguan autoimun yang menyerang kelenjar tiroid di tubuh seseorang. Walau tampaknya parah, namun faktanya penyakit ini masih dapat ditangani oleh dokter.

Hal itu ditegaskan oleh dr Terry Davies, salah satu Profesor Kedokteran dan Direktur Divisi Endokrinologi di rumah sakit Mount Siani di New York City.

Menurutnya, penyakit itu terjadi saat ada peradangan di kelenjar tiroid. Gejalanya bermacam-macam tergantung tingkat keparahan sakitnya.

Untuk kasus hashimoto yang dialami oleh Gigi Hadid, gejala yang terlihat adalah terjadi penurunan berat badan. Selain itu, gejala lain yang bisa terjadi adalah justru kenaikan berat badan.

“Ketika tiroid gagal menjalankan tugasnya, tiroid yang rendah dapat menyebabkan kenaikan berat badan, sehingga menyebabkan depresi dan kolesterol tinggi,” dr Davies menjelaskan dilansir oleh laman People.
Penurunan berat badan terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid dan memicu kematian sel. Bisa juga terjadi sel tiroid malah jadi terlalu aktif sehingga berpengaruh pada berat badan.

Akibat gejala yang lambat dialami pasien, dokter kadang ragu untuk menentukan bahwa seseorang terkena hashimoto, sama seperti beberapa kondisi autoimun lainnya.

Harapan untuk sembuh sama sekali memang tidak ada. Namun dokter mengatakan bahwa jalan untuk mengurangi gejala adalah melalui cara mengontrol hormon dengan kalibrasi dosis obat yang bertindak sebagai pengganti tiroid.

“Anda hanya perlu mengonsumsi dalam dosis yang tepat, dan dokter dapat mengukur dosis obat ini dengan sangat tepat,” kata dia.

 Sumber: wartakesehatan

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…