Skip to main content

Wow...Aksi Nekat Lestahulu Tendang Bola Ke Arah Pemain Cadangan Thailand Justru didukung Netizen

Ilustrasi

Indonesia harus puas menjadi runner up usai tumbang di tangan Thailand pada babak final Piala AFF 2016 leg kedua dengan skor 0-2. Satu momen yang menyita perhatian terjadi di akhir laga. Adalah Abduh Lestaluhu yang menjadi aktornya.

Ketika bola keluar, Lestaluhu berdiri tidak jauh dari bangku cadangan Thailand. Tampaknya ia terlibat sebuah argumen dengan pemain Thailand yang ada di bangku cadangan. Bola yang berada di dekatnya langsung di tendang ke arah bangku cadangan yang diisi oleh para pemain dan ofisial Thailand.

Sontak para pemain dan ofisial mengerubungi Lestaluhu dan langsung dipisahkan oleh beberapa pemain Indonesia lainnya. Belum diketahui apakah yang sebenarnya terjadi yang menyebabkan pemain PS TNI tersebut melakukan tindakan tidak profesional itu.

Apa yang dilakukan pemain berusia 23 tahun tersebut langsung menjadi viral di internet. Namun, cukup banyak ternyata yang mendukung dan memuji tindakan Lestaluhu. Berikut ini beberapa cuitan netizen tentang aksi tidak terpuji yang dilakukan Lestaluhu:

@m_iqbaljr: Tapi gatau kenapa puas liat Abduh Lestaluhu nendang bola ke bench. Rasa kesel tersalurkan.

@idhamrachmadi12: Timnas Indonesia kalian luar biasa. Kecewa sama Abduh Lestaluhu. Kenapa bola nya gak kena kepala tuh bencong yg di bench.

@KWilham: Abduh lestaluhu!!! Emosi mu emosiku juga

@prosmeikers: terima kasih Abdul lestaluhu yang telah menggambarkan kekesalan kami.

@Suci_Rahmadhani_: Abduh Lestaluhu haha keren, kegeraman kami sudh tersalurkan oleh tendangan mu ke bench teiland

Sumber: suaranetizen

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…