Skip to main content

Waw..Para Dokter dan Pekerja Medis Luncurkan HELPS, Ini tujuanya




Bertempat di Airlangga Medical Educational Center Kampus A Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, tanggal 12 Rabiul Awal 1438 H / 12 Desember 2016 dilaunching organisasi Healthcare Professionals For Sharia (Help-S). HELP-S Merupakan jaringan tenaga kesehatan profesional muslim yang aktif di tengah-tengah umat melakukan aksi, edukasi dan menawarkan solusi ideologi Islam dalam bidang kesehatan dan berperan serta menyokong tegaknya syariah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.

Dalam wadah organisasi yang baru seumur jagung ini berhimpun ratusan tenaga profesional kesehatan muslim laki-laki atau perempuan meliputi dokter umum dan dokter spesialis, dokter gigi, dokter hewan, perawat, apoteker, vokasi, ahli kesehatan masyarakat, peneliti kesehatan dan lainnya yang tersebar di berbagai daerah di nusantara. Mereka memiliki visi yang sama yakni berusaha berkontribusi untuk penegakan syariah Islam dalam bingkai negara khilafah.

Untuk mewujudkan kegiatannya HELP-S melaksanakan hal-hal sebagai berikut,
1. Mengkaji berbagai problematika dan kebijakan kesehatan yang ada di negeri ini dan berusaha memberikan solusi Islam atasnya.
2. Melakukan kajian berbagai masalah fikih kesehatan kontemporer
3. Merumuskan sebuah sistem kesehatan sebagai persiapan tegaknya daulah khilafah Islamiyyah.
4. Melakukan kontak dan pendekatan ke lembaga-lembaga kesehatan dan para profesional kesehatan untuk turut berkontribusi dalam rangka penegakan syariah dalam bingkai daulah khilafah.
5. Lewat media, baik cetak maupun online melakukan edukasi ke masyarakat mengenai kesehatan praktis maupun solusi Islam dalam permasalahan bidang kesehatan
6. Berkontribusi secara aktif dalam berbagai kegiatan kesehatan seperti aksi tanggap bencana, seminar, pelatihan, kegiatan edukasi masyarakat dan lainnya.

Dalam musyawarah nasional pertama ini berhasil dibentuk kepengurusan untuk periode 2016-2019, sebagai berikut:

Dewan Pembina:
1. KH Hafizh Abdurrahman, MA
2. Ustadz Ibnu Aziz Fathoni, S.Si, M.Pd.I
3. dr. Usman, AFK
Dewan Pengurus:
Ketua Umum: dr. Syaharuddin, Sp.B
Ketua I (Kajian Strategis) : dr. Muhammad Amin
Ketua II (Media) : dr. Yanuar Ariefudin
Ketua III (Hubungan Masyarakat) : dr. H Giky Karwiki, Sp.JP
Ketua Help-S muda  : Abdurrahman
Sekretaris Jenderal : dr. Fauzan Muttaqien
Wakil Sekretaris Jenderal : dr. Ahmad Adityawarman
Bendahara : Erwin Fauzana, S.Farm, Apt

Koord Wilayah Sumatera : dr. Bayumi Rahman
Koord Wilayah DKI Jakarta : Ismanto, Dipl.Rad, SKM
Koord Wilayah Jabar Banten : dr. Muadz Atim
Koord Wilayah Jateng DIY  : Reza Wiguna, S.Kep, Ns
Koord Wilayah Jatim : dr. Mustaqim
Koord Wilayah Nusa Tenggara : dr. Pebrian Jauhari, Sp.U
Koord Wilayah KalTara & KalTim : dr. Ahmad Syahri, SpPD
Koord Wilayah KalSel & KalTeng : M Fakhruddin Noor, SKM, M.K.M
Koord Wilayah Sulewisi Selatan : dr. Budiman Siri, Sp.B
Koord Wilayah Sulewisi Tenggara : dr. Zulhan
Koord Wilayah Maluku & Papua : dr. Syarifuddin, SpPD

Untuk menyebarluaskan ide-ide seputar kesehatan, HELP-S juga telah meluncurkan website www.helpsharia.com, laman facebook helpsharia, instagram helpsharia, dan akun youtube helpsharia.
Organisasi ini terbuka menerima keanggotaan tenaga profesional kesehatan baik laki-laki maupun perempuan muslim sepanjang mau terikat dengan aturan organisasi. Sementara untuk mahasiswa disediakan wadah yang bernama help-S muda.  Lebih lanjut informasi tentang organisasi ini bisa membuka di website atau mengirimkan email ke helpsharia@gmail.com

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…