Skip to main content

Waspada! Penculikan Anak Bermodus Jaminan Telah Digagalkan Polisi

ilustrasi



Tindakan penculikan dengan modus menahan anak sebagai jaminan digagalkan aparat kepolisian.

Belum lama ini, jajaran Polres Garut meringkus pria berinisial ED, warga Baleendah, Bandung, karena menculik balita umur empat tahun, inisial KN, warga Kampung Pangkurisan Kidul RT03/09, Desa Leles, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Kasubag Humas Polres Garut AKP Ridwan Tampubolon mengatakan, peristiwa penculikan itu terjadi pada akhir November lalu di rumah kakek korban, Dadang, Kampung Pangkurisan.

Ridwan menjelaskan, motif ED menculik karena ibu korban yang berinisial MI, tak kunjung mengabari dirinya ihwal mobil miliknya yang dititip untuk dijual.

"Sebelum terjadi penculikan, pelaku bernama ED ini menyerahkan mobil miliknya untuk dijual kepada MI, yang tidak lain adalah ibu dari korban. Namun MI yang ditunggu-tunggu tidak kunjung muncul dan mengabari, hingga akhirnya pelaku merencanakan untuk menculik korban sebagai jaminan," jelas Ridwan, Selasa (13/12/2016).

Pelaku pun kemudian mendatangi rumah orang tua MI, tempat korban tinggal. Ia sempat menginap di rumah itu selama satu malam.

"Keesokan harinya, yaitu Rabu 30 November 2016, pelaku pergi tanpa pamit terhadap orang tua MI yang bernama Dadang. Ia pergi membawa korban, KN, dengan maksud sebagai jaminan agar MI datang kepadanya," ungkapnya.

Menurut Ridwan, keluarga korban panik setelah mengetahui KN tidak berada di rumah. Mereka curiga bila ED telah membawa kabur KN.

"Akhirnya pihak keluarga melaporkan kejadian itu pada Kamis 1 Desember 2016, dengan surat laporan polisi bernomor LP/B/1551/XII/2016/Jbr/Res grt, tentang Penculikan anak. Dalam laporan yang dilakukan oleh kakek korban, Dadang, disebutkan bahwa terlapor adalah ED, warga Baleendah Bandung," jelasnya.

Atas laporan tersebut, Unit Jatanras Polres Garut melaksanakan penyelidikan ke alamat ED, Perumahan Simpang Emas No 24 RT08/10, Baleendah, Kabupaten Bandung, pada jumat tanggal 2 Desember 2016.

"Terlapor berhasil ditangkap dan korban sudah dikembalikan kepada keluarganya. Aparat kepolisian saat ini masih menangani kasusnya," pungkasnya.

sumber: sindonews

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…