Skip to main content

Waspada, Ini Masalah Yang Bisa Di Picu Oleh Obesitas


Tak dapat dipungkiri bukan hanya mengurangi rasa percaya diri ternyata kelebihan berat badan juga bisa menimbulkan beberapa penyakit mematikan seperti kanker.

Para peneliti dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker meneliti lebih dari 1.000 studi dan menemukan bahwa obesitas meningkatkan risiko untuk 13 jenis kanker, delapan telah dikaitkan dengan berat badan.

Bahkan, sekitar sembila persen dari semua kanker mungkin karena obesitas, menurut studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine.

"Jika Anda memiliki berat badan normal, maka Anda bisa terhindar dari kanker," kata ketua kelompok kerja IARC, Graham Colditz, seperti dilansir laman Prevention.

Berikut ini beberapa jenis kanker berpotensi pada orang gemuk.

1. Kanker perut

Kelebihan lemak tubuh bisa menyebabkan peradangan kronis, terutama di saluran pencernaan.

Hubungan antara kanker perut dan obesitas tidak mengejutkan karena mereka juga berkaitan dengan kanker kerongkongan dan merupakan bagian dari sistem yang sama.

Peradangan kronis yang bisa dipicu oleh obesitas bisa menyebabkan iritasi dari asam lambung yang kemudian bisa menyebabkan kanker.

2. Kanker hati

Obesitas bisa menyebabkan perubahan pada hati yang terlihat seperti efek dari alkoholisme. Mekanismenya agak mirip dari sirosis yang menyebabkan kanker.

3. Kantung empedu

Obesitas meningkatkan risiko seseorang memiliki batu empedu, deposito kecil kolesterol yang bisa menyebabkan peradangan di kandung empedu dan memiliki batu empedu tampaknya meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kandung empedu.

4. Kanker pankreas

Kita tahu obesitas bisa membuat produksi insulin terganggu. Gangguan proses metabolisme pada pankreas bisa menyebabkan peningkatan risiko kanker pankreas.

5. Indung telur

Sel-sel lemak memproduksi estrogen ekstra pascamenopause dan hal ini tampaknya menjadi penyebab di balik risiko yang lebih besar dari kanker payudara dan kanker rahim pada wanita yang kelebihan berat badan.

Sumber: wartakesehatan

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…