Skip to main content

Waspada! 5 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Awal Meningitis

ilustrasi

Meningitis merupakan penyakit peradangan pada selaput yang menyelimuti otak maupun di sumsum tulang belakang. Membran atau selaput yang disebut meninges sejatinya berfungsi untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari bakteri dan virus.

Ketika meninges terinfeksi, terjadilah penyakit yang disebut meningitis. Kasus meningitis lebih banyak disebabkan karena infeksi virus dibanding bakteri. Lantas apa saja gejala yang muncul jika terkena menigitis?

1. Flu
Gejala menigitis sering kali mirip flu. Direktur Eksekutif University of Missouri Student Health Centertis, Susan Even, MD, mengatakan, flu bisa jadi tanda awal meningitis.

Jika demam, sakit kepala disertai mual dan muntah,tak kunjung membaik setelah minum obat segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

2. Leher kaku
Leher kaku juga bisa jadi gejala meningitis. Leher yang kaku berbeda dengan rasa pegal di leher ketika baru bangun tidur. Pada penyakit meningitis, leher yang kaku akan terasa nyeri ketika melakukan peregangan. Rasa nyeri dapat menjalar ke kepala dan punggung.

3. Mata sensitif terhadap cahaya
Waspadai meningitis bila mata menjadi lebih sensitif saat melihat cahaya. Misalnya, Anda sering kali menyipitkan mata ketika melihat sedikit saja cahaya matahari maupun lampu.

Kemungkinan terjadi peradangan pada saraf optik di belakang mata. Biasanya, mata terasa nyeri disertai dengan sakit kepala.

4. Kebingungan dan sulit konsentrasi
Meningitis akan memengaruhi kinerja otak ketika infeksi terjadi pada selaput otak. Akibatnya, Anda akan merasa kebingungan dan sulit berkonsentrasi. Misalnya, Anda menjadi sering merasa kebingungan untuk menjelaskan sesuatu.

5. Bintik-bintik merah di kulit
Muncul bintik-bintik merah atau ruam di kulit juga bisa jadi tanda meningitis. Gejala ini bisa terjadi ketika bakteri melepaskan racun, sehingga membuat pembuluh darah di kulit terganggu dan memunculkan ruam.

Menurut Susan, jika sudah sampai muncul ruam, meningitis biasanya sudah lebih parah. Tanpa disadari, kerusakan organ dan saraf di otak mungkin sudah terjadi.

Sumber: tribunjogja

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…