Header Ads

Warung Cina Gelar Latihan Perang 'Sungguhan'

Portaldunia.com, BEIJING -- Untuk pertama kalinya, Cina menggelar latihan perang live-fire yang menggunakan kapal induk dan jet tempur di Bohai Sea, dekat Korea. Latihan ini digelar di tengah ketegangan baru antara Cina, Amerika Serikat (AS), dan Taiwan.

"Ini pertama kalinya sebuah armada kapal induk menggelar latihan dengan mengerahkan amunisi hidup dan pasukan sungguhan," demikian dilaporkan televisi pemerintah, Chinese Central Television atau CCTV, Kamis (15/12) malam.

Latihan perang ini melibatkan 10 kapal induk dan 10 jet tempur yang melakukan serangan udara ke udara, udara ke laut, dan laut ke udara. Kapal induk Liaoning buatan Soviet dan formasi kapal perang terlihat melakukan pencegatan di udara untuk menangkis serangan antipesawat dan antirudal.

Menurut CCTV, jet tempur J-15 yang membawa rudal hidup juga dikerahkan dalam latihan ini. Televisi tersebut menyiarkan saat jet-jet tempur tinggal landas dari kapal induk, lalu menembakkan rudal serta menghancurkan sasaran di laut.

Liaoning juga pernah berpartisipasi dalam latihan militer sebelumnya, termasuk di Laut Cina Selatan. Namun, Cina dinilai masih membutuhkan beberapa tahun sebelum menyempurnakan operasi kapal induk, seperti yang sudah dilakukan AS selama puluhan tahun.

Keberhasilan Cina dalam mengoperasikan Liaoning adalah langkah awal. Sejumlah ahli militer menilai kapal induk buatan Cina sendiri tersebut akan mampu dioperasikan pada 2020.

Selama ini, Cina terlalu merahasiakan program pengembangan kapal induknya. Dalam tayangannya, CCTV sengaja menampilkan innstrumen kokpit sebuah jet yang gambarnya dibuat buram.

Latihan ini digelar setelah muncul ketegangan akibat sambungan telepon presiden AS terpilih Donald Trump dan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Cina tetap menganggap Taiwan adalah salah satu provinsinya.

Pada Rabu (14/12) lalu, sebuah laporan lembaga think-tank Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) menyebutkan, Cina mempersenjatai empat titik di pulau buatan di Laut Cina Selatan. Laut Cina Selatan diklaim oleh Cina, Taiwan, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei.

Kehadiran militer Cina di Laut Cina Selatan menjadi kekhawatiran tersendiri. AS mengkritik militerisasi sejumlah pulau buatan di wilayah tersebut. AS juga menggelar patroli rutin di laut dan udara untuk memastikan kebebasan bernavigasi di perairan internasional di sekitar wilayah tersebut.    

Sumber: Republika
Powered by Blogger.