Skip to main content

Wakil Bupati Sijunjung Ajak Aparatur Negara Teladani Sifat Nabi Muhammad SAW

Portaldunia.com - Wakil Bupati Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, Arrival Boy mengajak jamaah dan masyarakat agar senantiasa meneladani sikap dan sifat Nabi Muhammad SAW.

Sikap dan sifat tersebut tidak hanya dicontoh, namun juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari lantaran Nabi Muhammad diutus sebagai rahmad bagi sekalian alam.

Imbauan tersebut disampaikan Boy dalam peringatan Maulid Besar Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di halaman Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Padang Laweh, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Senin (12/12).

"Melalui momentum Maulid Nabi ini mari kita tanamkan akhlak yang mulia dari junjungan kita yakni Nabi Muhammad supaya terus kita teladani dalam sampai akhir kehidupan kita,” ujar Boy dalam sambutannya.

Tidak hanya kepada jamaah dan masyarakat yang hadir, Boy mengimbau segenap aparatur negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung agar selalu mencontoh sifat-sifat Nabi dalam mengemban amanah dan dalam memimpin umat.

"Kepada pejabat dan Aparatur Negeri sipil di Pemkab Sijunjung harus meneladani sifat-sifat Rasul ini dalam bekerja, mengmban amanah dan dalam mengabdi kepada masyarakat,” kata Boy.

Dalam rangka momentum kelahiran Nabi ini, Boy mengajak kepada masyarakat untuk terus mencintai Rasulullah. Wujud cinta itu tidak hanya terlontar dari kata-kata tapi juga bertutur kata dan bersikap serta menerapkan nilai-nilai yang telah diwariskan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

"Alquran dan sunnah Nabi yang haris jadi pedoman dan pegangan umat dalam kehidupan dunia dan akherat,” kata Boy yang juga ketua DPD partai Golkar Kabupaten Sijunjung.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW itu turut dihadiri oleh Imam Besar Masjid Kanada Dr. Hamid Slimi dan H. Dasrizal Marah Nainin, Qoriyah yang menjadi juara Musabaqah Tilawatil Quran Internasional yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 2013 silam. Dasrizal merupakan putra daerah setempat. Rmol

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…