Skip to main content

Wakaka... Tukang Cukur Ekstrim, Gunakan Pisau Daging Untuk Cukur Rambut! Pelanggan Macam-macam Bisa Langsung Dicincang Hehehehe



Potong rambut biasanya menjadi momen menyenangkan bagi mereka yang bosan dengan gayanya atau risih dengan rambut mereka yang sudah panjang. Tapi apa jadinya jika kegiatan potong rambut yang biasanya membuat mengantuk ini justru menjadi momen uji nyali.

Dilansir dari Mirror, Senin (12/12/2016) seorang tukang potong rambut ini bisa dibilang eksentrik dan memiliki cara berbeda dari tukang potong rambut pada umumnya. Jika normalnya tukang potong rambut menggunakan gunting sebagai alat cukur mereka, tukang cukur yang satu ini justru memakai pisau daging berukuran besar dan tajam serta palu untuk memotong rambut pelanggannya.

Teknik potong rambut ini dinilai sangat tidak biasa. Sebab, palu berfungsi mengetuk pisau daging untuk memangkas rambut.

Dipotong aneh tampaknya menjadi penuh dengan bahaya, tapi orang di kursi yang santai sambil duduk dalam diam. Tukang cukur rambut yang belum diketahui pasti asalnya ini aksinya diabadikan dalam rekaman video. Ia membuat bercukur menjadi suasana menegangkan.

Dalam video berdurasi 27 detik tersebut menunjukkan sang pemangkas rambut tersebut bekerja menggunakan palu dan pisau sekaligus sehingga menimbulkan suara ketukan yang cukup bising. Sementara pelangganya justru terlihat tenang dan santai di kursinya, seperti sedang tidak terancam bahaya.

Video ini tersebar melalui akun Twitter dengan nama pengguna @OSAY_it_aint_so, yang berlokasi di Houston, Texas, Namun, rekaman tersebut dipercaya berasal dari Maroko. Video yang viral tersebut mampu menarik perhatian netizen.

"Bagaimana bisa pisau itu cukup tajam untuk memotong rambut namun tidak memotong kulit apalagi dengan kekuatan palu yang mendorongnya?" tulis salah satu netizen menanggapi video tersebut.

Sumber: okezone

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…