Skip to main content

Wakaka... Dulu Ahok Garang Katakan Tak Takut Mati, Tak Takut Kehilangan Jabatan, Pasti Masuk Surga! Tapi Dipersidangan Dia Nangis... Wakakaka

ilustrasi

Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menangis pada sidang perdana kasusnya, Selasa (13/12/2016).

Ahok menangis saat menjelaskan hubungan antara orangtua kandung dan orangtua angkatnya, termasuk tuduhan menistakan agama Islam yang berarti juga dirinya telah menistakan keluarga orangtua angkatnya yang beragama Islam.

Tangis Ahok di pengadilan itu mengundang komentar dari sejumlah pihak, termasuk anggota DPR dari Partai Gerindra, Rachel Maryam.

Melalui akun media sosialnya, ‏@cumarachel, Rachel semula menyindir dengan mengatakan, “lagi nonton #SidangAhok kok tiba-tiba keinget lagu “Kau bukan yg dulu lagi.. Kau bukan dirimu lagi..” Kenapa ya?”.

Tak begitu lama kemudian, dia menulis status lagi: “Orang ini bilang gak takut kehilangan jabatan. Bahkan pernah bilang gak takut mati krn pasti masuk surga. Tp di persidangan nangis. Siapa dia?”

Rupanya, twit itu pula yang kemudian menuai puluhan komentar netizen yang tak terduga dan justru menjadi seperti mem-bully Rachel Maryam.

Berikut adalah komentar pata netizen terhadap status Rachel Maryam itu:

Ferhatt.com ‏@FerhatMuchtar: Sebelum Ahok menangis, ada Ibu2 di kampung Duri/Aquarium yang terlebih dahulu menangis #SidangAhok

Apa kata netizen ‏@wak_apul: @cumarachel ada orang minta fasilitas negara , nitip absen..siapakah dia?

Henry Arifin ‏@arifin_henry: @wak_apul @cumarachel lho visi misi tidak ada dan program kerja tidak ada ,?

Heru Cahyono ‏@hcahyono: Jurusan FB services ( tidak lulus ) @arifin_henry @wak_apul @cumarachel

Sumber: tribunnews

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…