Skip to main content

Waduh! Cewek yang Siap Ledakkan Bom Panci Diduga Kena Doktrin Menggerikan

ilustrasi

Tim Densus 88 Anti Teror Polri masih melakukan perburuan untuk  mengungkap kasus bom panci di Bekasi.

Kabag Mitra Biropenmas Mabes Polri Kombes Awi Setiyono menuturkan, tim Densus 88  masih memburu dua pelaku lainnya.

Rencana pengebomam ini terhubung dengan organsiasi Jamaah Ansharut Khilafah Daulah Nusantara (JAKDN).

Sampai kemarin (11/12) tim detasemen ’’burung hantu’’ bergerak ke sejumlah daerah untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya.

Dia menjelaskan tim Densus 88 diantaranya bergerak ke Jawa Timur dan Jawa Tengah. Polisi sudah mengantongi peran dua orang yang masih dalam perburuan itu.

’’Dua orang DPO sedang diburu. Perannya membantu merakit bom,’’ tutur Awi di Mabes Polri kemarin.

Seluruh orang yang terlibat dalam perencanaan bom panci itu direkrut langsung oleh Bahrun Naim (BN). Menurut Awi, para pelaku ini intensif berkomunikasi dengan BN melalui aplikasi telegram.

Dalam kasus rencana bom panci yang diungkap polisi Sabtu lalu (10/12) itu, setiap pelaku memiliki peran sendiri-sendiri.

Diantaranya adalah Dian Yulia Novi (DYN) yang diduga kuat akan menjadi eksekutor atau pengantin. Menurut Awi, hasil pendalaman sementara adalah DYN ini termakan doktrin mengerikan dari paham terorisme.

’’Akibatnya dia jadi berani mengambil peran sebagai pengantin bom bunuh diri,’’ jelasnya.

Awi menuturkan doktrin itu adalah Daulah Islamiyah yang terkait dengan ISIS. Doktrin yang ditularkan kepada warga Indonesia adalah soal amaliyah.

Yakni mereka tidak perlu berjihad ke Suriah selama tidak mampu. Tetapi sebagai gantinya, mereka cukup membuat amaliyah di negara masing-masing.

Polisi lantas membeber keempat pelaku dan detail penangkapannya. Hingga kemarin masih empat pelaku yang ditangkap. Selain Dian (DYN), ada MNS (Nur Solihin), AS (Agus Supriyadi), dan S alias Abu Izzah.

Awi menuturkan tim Densus 88 membuntuti pergerakan MNS dan AS sejak dari Solo menuju ke Jakarta. MNS dia sebut aktif berkomunikasi dengan BN.

Bahkan dia juga menerima kiriman bahan peledak langsung dari BN yang berada di Suriah. Peran lain dari MNS adalah mencarikan kontrakan untuk DYN di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi.

Sedangkan AS perannya juga sama, yaitu menjadi kurir bom siap ledak dari Solo ke Jakarta. Rencananya AS ini juga akan mengantarkan DYN ke lokasi peledakan. ’’AS juga berperan mencari mobil sewaan dari Solo ke Jakarta,’’ tuturnya.

Sementara itu S alias Abu Izzah berperan merakit bom. Awi menuturkan keempat pelaku ini terus menjalani pemeriksaan intensif dari tim Densus 88.

Pasal yang digunakan untuk menjerat keempat pelaku itu adalah pasal 7 juncto pasal 15 UU 15/2003 tentang Penetapan Perpu UU 1/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. ’’Ancaman pidana penjara seumur hidup,’’ tegas dia.

Awi menuturkan polisi terus mempelajari proses pembuatan sel-sel baru teroris di bawah komando BN. Sebab secara terang-terangan BN memang memiliki tugas membuat sel-sel baru teroris di Indonesia.

Dia meminta masyarakat terus waspada. Selain itu masyarakat juga diminta untuk aktif memberikan informasi penting kepada masyarakat terkait aktivitas yang mencurigakan. ’’BN ini merekrut sel-sel kecil lainnya untuk melakukan amaliyah,’’ terangnya.

Terkait dengan pelaku pengantin yang perempuan, Awi mengatakan baik perempuan maupun laki-laki berpotensi menjadi pengantin atau eksekutor.

Sebab pada intinya organisasi teroris ini mencari siapa saja yang mau melakukan amaliyah bom bunuh diri.

Sasaran utama kelompok teroris yang ditangkap di Bekasi itu adalah kompleks Istana kepresidenan. Mereka memanfaatkan peluang mendekati istana pada saat pergantian pasukan jaga istana yang biasanya dilakukan pada Minggu pekan kedua tiap bulan.

Bila sesuai jadwal, maka kemarin (11/12). Tapi, kelompok teroris yang telah menyiapkan bom seberat 3 Kg itu berhasil dibekuk.

sumber: jpnn

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…