Waduh, APBD DKI Mengalami Perubahan?


Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2017 mengalami perubahan nilai dari Rp 70,4 triliun menjadi Rp 70,19 triliun. Perubahan tersebut dikarenakan, adanya pengurangan penganggaran dari MRT sebesar Rp 230 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, pada awalnya konsep masuk APBD kepada DPRD DKI adalah sebesar Rp 70,1 triliun. Jumlah tersebut bertambah setelah ada penambahan dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 105 miliar serta adanya kenaikan retribusi rusun sebesar Rp 27 miliar, sehingga jumlahnya menjadi Rp 70,4 triliun.

"Waktu kemarin kami keluar dari Badan Legislasi Daerah (Balegda), kami bilang Rp 70,4 triliun. Ternyata, ada yang belum dieksekusi, ini ada pengurangan dari MRT sebesar Rp 230 miliar setelah itu dikurangi, maka, total APBD DKI 2017 menjadi Rp 70,19 triliun," ujar Saefullah di Balai Kota, Kamis (15/12).

Pengesahan APBD DKI 2017 itu sendiri, kata dia, masih menunggu paripurna yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2016 mendatang. Setelah paripurna, lanjut Saefullah, pihaknya akan memberikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) untuk dievaluasi.

"Mudah-mudahan evaluasinya tidak terlalu berat karena kami sudah bahas sangat detail APBD ini dengan arahan Kemdagri sehingga tingkat error-nya boleh dikatakan kecil," katanya.

Dengan demikian, lanjut Saefullah, pihaknya berharap evaluasi tidak lama dan hanya 15 hari saja sehingga dalam tiga hari evaluasi dari Kemdagri sudah selesai. Kemudian pihaknya membuat persetujuan ke DPRD baru kemudian APBD tersebut bisa disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

"Insya Allah, akhir Desember DKI sudah punya Perda APBD. Jadi di Januari, rencananya tanggal 2 atau 3, akan ada pelantikan dan pengukuhan, mungkin lebih besar pengukuhan pejabat baru dengan struktur organisasi pemerintahan daerah yang baru," pungkasnya.

Sumber: beritasatu