Skip to main content

[Video] Sari Roti Diobral, Warga Menyindir: Nggak Menengah Ke Atas Ya?


Sebuah video menghebohkan media sosial. Pasalnya, dalam video itu terlihat Sari Roti diobral di pinggir jalan.

Dalam video berdurasi 30 detik itu tampak sejumlah mobil sedang menjual Sari Roti di pinggir jalan. Perekam video yang sedang naik motor mengetahui bahwa roti itu sedang diobral.

Namun untuk memastikan apakah benar diobral, ia bertanya pada wanita dan laki-laki yang menjual roti produksi PT Nippon Indosari Corpindo itu.

“Sari Roti, Bu?”

“Iya,” jawab wanita tersebut.

“Diobral, Bu?”

“Iya, Om,” jawab laki-laki yang menemani ibu tersebut.

“Kenapa diobral?”

Wanita dan laki-laki tersebut menjawab, namun suaranya tidak terdengar jelas.

Terkonfirmasi diobral, pria bermotor itu pun bertanya dengan nada menyidir. “Menengah ke atas nggak ya?”

Namun, agaknya mereka tidak mengerti maksud pertanyaan itu.

Seperti diketahui, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk mengeluarkan pengumuman klarifikasi yang menyatakan tidak terlibat semua aktifitas politik terkait adanya produk Sari Roti gratis di lokasi Aksi 212. Dengan pernyataan itu, Sari Roti dinilai menganggap Aksi 212 sebagai aktifitas politik.

Dan yang lebih fatal, dalam klarifikasi disebutkan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika seakan-akan Aksi 212 dipertentangkan dengan nasionalisme, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Umat Islam –khususnya alumni 212- yang tersinggung kemudian membuat seruan boikot Sari Roti. Dalam waktu sekejap, tak terhitung jumlah netizen yang menyatakan memboikot Sari Roti.

Dalam waktu 24 jam, diprediksi jutaan netizen menyatakan memboikot Sari Roti. Sebuah gerakan yang menggegerkan media sosial, baik Facebook maupun Twitter.

Selain itu, keesokan harinya pada tanggal 7 Desember 2016, saham Sari Roti anjlok. (Baca: Hari Ini Saham Sari Roti Anjlok)

Sejak awal perdagangan pada hari Rabu itu, saham ROTI dilaporkan terus anjlok. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, sekitar pukul 13:30 WIB, saham ROTI melemah 10 poin ke level Rp 1.510 per saham.

Namun analis Erdikha Elit Sekuritas Wilson Sofan mengatakan, pelemahan saham ROTI hari ini hanya karena kondisi pasar dan sama sekali tidak terkait dengan isu boikot. Sebab menurutnya, Sari Roti memiliki pelanggan dari kalangan menengah ke atas. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…