Skip to main content

Ustadz Felix : Orang yang Terbiasa Berkata Kasar dan Kotor, Linang Air Matanya Takkan Ada Harganya



Ustadz Muda keturunan Tionghoa Felix Siauw ikut memberikan komentar tentang sidang perdana kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok pada selasa(13/12/2016) kemarin.

Meskipun tidak langsung menyebutkan nama Ahok, namun sangat jelas yang dimaksud dalam tulisanya adalah sosok Ahok yang tiba-tiba menjadi sosok yang seakan terdholimi dengan menangis dihadapan pengadilan.


Berikut ini tulisan lengkapnya :

Apapun Demi Kekuasaan

Seseorang yang terbiasa berbohong, maka dia tidak akan dipercaya walaupun dia berkata benar, sebab orang khawatir takkan bisa membedakan mana yang sungguh mana yang bohong.



Dia yang terbiasa kasar, kotor, melaknat dan meleceh, maka linang airmatanya takkan ada harganya, sebab perilaku tercelanya sudah melekat dan terkenal melebihi apapun.
Pongah dirinya, menuding mereka yang meratapi puing reruntuhan rumahnya sebagai 'mereka yang tak tahu diri', airmata para korban penggusuran dianggap lelucon, itu yang diingat.

Jumawa dirinya, saat membentak-bentak dan menyalah-nyalahkan orang lain, merasa keimanannya yang paling hebat, surga dijamin baginya, melawan Tuhan! itu yang diingat.

Angkuh dirinya, merasa paling bhinneka, merasa paling NKRI, merasa paling pancasilais, melempar kata kotor pada semua yang dianggap lawannya, itu yang diingat.

Dan jangan lupa airmata-airmata yang tertumpah, karena merasa tak berdaya, tak memiliki apa-apa lagi, itulah airmata yang kami ingat, bukan airmata sandiwara.



Memang bukan tugas kita menelisik niatan orang menangis, sebab itulah penista agama tetap harus dihukum, tetap dijalankan haknya mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya.

Bila dulu Umar bin Khaththab menangis ketika diberikan kekuasaan sebagai Khalifah, maka sekarang mereka menangis untuk dapatkan dukungan agar bisa berkuasa.

Dan bagi kita semua, ambillah suatu pelajaran. Bahwasanya ada makhluk-makhluk yang RELA berbuat apapun, walau bertentangan dengan tabiat alaminya, untuk mendapat KEKUASAAN semu.


Ustadz Felix Siauw [tribunislam]


Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…