Skip to main content

Unik, Samsung Galaxy S8 Tak Ada Lubang Headphonenya Lho

ilustrasi

Smartphone flagship, Samsung Galaxy S8 dikabarkan akan menghilangkan headphone jack 3,5 mm. Dengan keluarnya keputusan tersebut, Anda yang memiliki semua jenis aksesoris headphone tak bisa lagi memakainya pada perangkat yang menurut rencana akan keluar tahun depan tersebut. Lain lagi jika Anda memakai adaptor USB Type-C, karena Galaxy S8 ini akan didukung oleh lubang USB Type-C tersebut.

Dikutip dari SamMobile, Jumat (9/12/2016), dengan menggunakan USB Type-C tersebut, pengguna bisa mengisi daya serta melakukan berbagai jenis aktifitas dengan perangkat yang terhubung kabel. Walaupun begitu, tak semua kegiatan dapat dilakukan secara bersamaan.

Langkah ini sepertinya sama dengan apa yang telah dilakukan oleh Apple di salah satu perangkat terbaru mereka, iPhone 7. Walaupun demikian, sebenarnya keputusan untuk menghapus headphone jack standart 3,5 mm belum begitu familiar untuk saat ini.

Meskipun kemungkinan besar akan memperoleh berbagai protes dari fans, keputusan Samsung untuk menghapus port audio tersebut ternyata memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu perusahaan asal Korea Selatan tersebut bisa membuat Galaxy S8 memiliki desain yang lebih tipis namun bisa menghadirkan ruang untuk baterai yang lebih besar.

Tak hanya itu, Samsung bisa saja mengintegrasikan speaker stereo dari Harman, perusahaan audio yang diakuisisinya dengan nilai mencapai US$ 8 miliar atau senilai Rp 107 triliun. Dengan begitu, pihak perusahaan bisa meyakinkan kepada fans setia mereka bahwa dihapusnya port audio tersebut sebanding dengan keuntungan yang berusaha dihadirkan oleh pihak Samsung.

Sebagai informasi, Galaxy S8 sendiri akan meluncur pada Februari tahun depan pada ajang Mobile World Congress di Barcelona. Namun sayang, hingga saat ini belum ada bocoran resmi dari Samsung apapun mengenai perangkat tersebut.

Sumber: kabarmaya

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…