JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkit jasa-jasanya dalam membantu umat Islam sejak menjadi Bupati Belitung Timur hingga menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Ahok mengatakan, dia sudah membangun masjid, mengeluarkan sedekah, dan membuat kebijakan untuk menggaji guru-guru mengaji serta menghajikan penjaga masjid/musholla dan penjaga makam.

“Sebelum menjadi pejabat, secara pribadi, saya sudah sering menyumbang untuk pembangunan mesjid di Belitung Timur, dan kebiasaan ini, tetap saya teruskan saat saya menjabat sebagai Anggota DPRD Tingkat II Belitung Timur, dan kemudian sebagai Bupati Belitung Timur. 

Saya sudah menerapkan banyak program membangun masjid, mushollah dan surau. Dan bahkan merencanakan membangun Pesantren, dengan beberapa Kyai dari Jawa Timur,” ujar Ahok saat membacakan ekspesi di depan majelis hakim, Senin (13/12/2016)

“Saya pun menyisihkan penghasilan saya, sejak menjadi pejabat publik minimal 2,5% untuk disedekahkan yang di dalam Islam dikenal sebagai pembayaran zakat, termasuk menyerahkan hewan Qurban atau bantuan daging di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha,” tambah Ahok.

Menurut Ahok, sejumlah kebiasaan dan kebijakan yang dia lakukan saat menjabat Bupati Belitung Timur tetap dia pertahankan ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Saya membuat banyak kebijakan, diantaranya kebijakan agar di bulan Suci Ramadhan, para PNS dan honorer, bisa pulang lebih awal, dari aturan lama jam 15.00 WIB saya ubah menjadi jam 14.00 WIB, agar umat Muslim dapat berbuka puasa bersama keluarga di rumah, sholat magrib berjamaah, dan bisa tarawih bersama keluarganya,” imbuh Ahok.

Dikatakan Ahok, melalui kebijakannya, pemda membangun Masjid Fatahillah di Balaikota. Itu dilakukan karena Ahok melihat Balaikota belum mempunyai masjid yang megah untuk PNS.

Di semua rumah susun (rusun) yang dibangun pemda, lanjut Ahok, juga dibangun Masjid. Bahkan di Daan Mogot, salah satu rusun yang terbesar, Ahok membangun masjid besar, dengan bangunan seluas 20.000 persegi, agar mampu menampung seluruh umat muslim yang tinggal di rusun Daan Mogot. Masjid tersebut dijadikan sebagai salah satu Masjid Raya di Jakarta.

“Kami akan terus, membangun Masjid Raya/besar, di setiap rusun, kami akan terus membantu perluasan Masjid yang ada, dengan cara pemda akan membeli lahan yang ada di sekitar Masjid, sebagaimana beberapa kali telah saya sampaikan dalam pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam maupun Pengurus Dewan Masjid Indonesia di Balaikota,” imbuh Ahok.

“Para Marbot dan penjaga makam juga pemda umrohkan. Kami juga membuat kebijakan bagi PNS, menjadi pendamping haji kloter DKI Jakarta,” pungkas Ahok.


Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: