Skip to main content

Tips Mendidik Buah Hati agar Tak Jadi Anak Manja

ilustrasi

JAKARTA - Orang tua perlu mengetahui pentingnya menciptakan lingkungan saling percaya dengan bayinya, bahkan sebelum buah hati berusia satu tahun. Anda mungkin gemar memberi balita dengan hadiah, membiarkannya memerintah, mengiyakan semua keinginannya hanya agar si anak tidak menangis.

Jika Anda menerapkan taktik ini sepanjang waktu, sulit membuat anak Anda tumbuh mandiri. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari buah hati tumbuh menjadi anak manja, dilansir dari What to Expect, Kamis (15/12).

Konsisten pada aturan

Anak kadang menguji batas kesabaran ayah bundanya, misalnya dengan cara cemberut atau meringkuk di lantai dalam waktu lama. Orang tua hendaknya jangan sampai mengalah dan memberlakukan semua permintaan anak.

Anak perlu belajar sejak dini bahwa orang tuanya punya batas aturan. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orang tua tetap konsisten pada aturan untuk menunjukkan pada anak agar mematuhinya.

Jadikan anak penolong

Berikan anak Anda beberapa pekerjaan yang sesuai dengan usianya. Misalnya menaruh kembali buku ke raknya, atau membawa piring makan yang terbuat dari plastik ke wastafel. Ini membantu anak mendapatkan rasa tanggung jawab dan tidak berharap seluruh hal dilakukan orang tuanya. Buatlah satu atau dua pekerjaan rutin untuk anak setiap hari. Intinya mendorong balita peduli dengan kebutuhan orang lain, bukan hanya 'aku, aku, aku.'

Biarkan anak merasa kecewa

Sesempurna apapun dunia anak yang disiapkan orang tua, melindungi mereka terus menerus hanya menjadikannya manja. Biarkan si kecil sesekali kecewa, misalnya rencana pergi ke taman bermain harus batal karena satu hal. Dia tak bisa naik arena permainan tertentu karena kurang tinggi, dan sebagainya. Dari sini anak belajar bagaimana menghadapi rasa kecewa dan mengendalikan diri.

Jangan memberi sejuta peluang

Bila Anda mendisiplinkan anak, lakukan tindak lanjut berupa konsekuensi untuk setiap perbuatannya. Jangan memberikan anak sejuta kesempatan, misalnya masih memaklumi kesalahannya sekali lagi, sekali lagi, dan sekali lagi tanpa memberi hukuman sesuai aturan. Ini membuat anak berpikir orang tuanya masih mungkin memaafkannya jika mengulangi kesalahan sama.

Jangan tawar menawar

Hindari membuat kesepakatan, apalagi tawar menawar dengan anak. Memberi hadiah untuk anak apabila dia melakukan sebuah tugas dengan benar tak ada salahnya, namun jangan terlalu sering melakukannya. Ini hanya membuat balita Anda tumbuh menjadi anak manja dan berharap sesuatu dari setiap pekerjaannya.

Jangan bilang 'tidak boleh' untuk semuanya

Seorang anak yang sering mendengar kata 'tidak boleh' dari orang tuanya nantinya akan berpikir, "Ibuku bilang tidak boleh, tapi saya ingin mencoba apa yang saya mau." Rasa penasarannya akan mengalahkan segalanya. Oleh sebabnya, jika permintaan anak masih wajar, tak ada salahnya jika sesekali dikabulkan.

Sumber: republika

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…