Skip to main content

Tidak mempan! Meski Isu Terorisme Menghiasi Berita, Rakyat Tetap Fokus 5 Hal 1 #PenjarakanAhok



Sdh mnjd agenda tahunan yg membosankan sekaligus menyebalkan jika menjelang natal & thn baru para wayang jadi2an kembali dimunculkan oleh sang dalang.
.
Ditambah lg dgn melihat kasus ahok yg smakin mngkhawatitkan sang dalang,maka sang dalang pun berfikir keraass utk membuat skenario tingkat tinggi pengalihan isu.
.
maka para wayang teroris pun sengaja kmbali dimunculkan dgn tujuan utk pengalihan isu,mngalihkan prhatian,membodohi & membohongi rakyat,agar si penista bs luput dr pngawasan rakyat,yg bs sj meloloskan si penista dr jerat hukum.
.
Selain tujuannya utk mredam opini #TangkapAhok,opini negatif pun tak lupa mereka tujukan utk umat islam mengingat kata “teroris” hanya disematkan kpd umat islam,yg slama ini HANYA TERDUGA TERORIS,lalu diDoorr sampai mati di tempat,sedangkan ahok yg sdh nyata tersangka,namun bebas berkeliaran bhkan brkampanye.
.
Tapi sayangnya,rakyat skrng sdh cerdas,rakyat sdh tdk bs dibohongi #pakai wayang jadi2an,rakyat sdh bosan dgn “drama” tahunan yg diperankan olh para wayang jadi2an atas arahan sang dalang,dramanya sepi peminat,smakin ditontonkan,semakin ktahuan #TIPUTIPU nya,smakin ketahuan #BOHONG nya.
.
Kemarahan umat islam sdh tdk bs dipalingkan olh drama wayang2an,malah umat hnya akan smakin marah smakin geram mlihat drama wayang2an yg dilumuri kebohongan bhkan mnyudutkan mreka,kemarahan umat islam hnya bs mredah dgn melaksanakan tuntutannya.
.
Tuntutan rakyat sdh jelas,ada 5 tuntutan rakyat yg wajib dipenuhi saat ini dlm tmpo waktu sesingkat singkatnya,yaitu
.
1. #TangkapAhok
.
2. #AdiliAhok
.
3. #HukumAhok
.
4 . #PenjarakanAhok
.
5. #HaramPemimpinKafir

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…