Skip to main content

Tetap Sehat Walau Sibuk, Begini Caranya....


Kini kesibukan jangan lagi dijadikan alasan untuk melakukan gaya hidup sehat agar badan tetap fit. Berikut daftar kebiasaan sehat yang bisa kita lakukan tanpa mengorbankan waktu dan kesibukan, seperti dilansir dari lifehack.org, Senin (5/12/2016);

1. Sedia air minum
Jika Anda terlalu sibuk untuk sekadar mengambil minum, maka selalu sediakan botol air minum di mobil atau meja kera.

2. Masakan rumah
Mulailah mengurangi kebiasaan membeli makanan dari luar. Coba untuk membeli bahan-bahan dan memasak makanan yang mudah dengan resep dari internet.

3. Masakan ekstra
Saat memasak makan malam, buat lah lebih banyak dan sisakan untuk bekal makan siang Anda besok. Buatlah makanan yang bisa dihangatkan dan tidak cepat basi. Ini bisa menghemat waktu dan uang Anda untuk jatah makan siang.

4. Rencanakan asupan makanan
Poin ini akan mencegah Anda untuk berpikir cepat memilih makanan yang tidak sehat seperti makanan cepat saji atau makanan yang dibeli di luar. Hal ini juga akan membantu Anda dalam menjalani diet.

5. Siapkan camilan
Antisipasi agar tidak salah memilih makanan adalah menyiapkan camilan di mobil atau di meja kerja. Siapkan camilan sehat seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

6. Olahraga pagi
Kesibukan selalu menjadi alasan klasik untuk memperbolehkan diri sendiri tidak menjalani olahraga. Tak ada salahnya untuk bangun setengah jam lebih awal dari biasanya dan luangkan waktu untuk berolahraga, bersepeda, atau gerakan yang membuat jantung Anda bekerja.

Sumber: wartakesehatan

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…