Skip to main content

Terorisme "Drama Pengalihan Isu Murahan!" Netizen: "Tetap Fokus Penista Agama!" #PenjarakanAhok

 Detasemen Khusus  88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga orang diduga teroris. Saat penangkapan, polisi juga menemukan bom berdaya ledak tinggi di rumah kontrakan, Jalan Bintara VII RT 04/09, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (10/12/2016).

Satu dari pelaku adalah perempuan berinisial DYN. Informasi yang diperoleh polisi, DYN akan melakukan aksi amaliyah dengan menjadi 'pengantin' bom bunuh diri di Istana Negara saat pergantian jaga petugas Pasmpares dalam waktu dekat.

Drama Pengalihan Isu Murahan!
Isu terotis yang disiarkan secara masif oleh media-media mainstream, sontak mendapat tanggapan miring dari para netizen melalui sosial media, berita tersebut mendapat bullian dari mereka.

Ketika menanggapa beredarnya berita tentang isu bom, salah seorang netizen menulis status di halaman Rakyat Bersuara!

Saifoul Teungku Abdoel: Percayakah anda bom ditemukan di bekasi diduga teroris mau ledakkan istana negara. dengan daya ledak high eksplosive radius mencapai 300 M dengan kecepatan 4000 km/jam?

Tanggapan dari status diatas, mencapi lebih dari 400 komentad dan lebih dari 50 kali dibagikan! Diantara komentarnya adalah;

Adi Setiawan Psb: hahaha setiap ada issu besar yang bersangkutan sama pemerintah pasti langsung datang berita teroris.

Mba Uthi: pengalihan isu.... ttp fokus penista agama
Berita drama pengalihan isu murahan!

Hampir setiap ada urusan besar yang menimpa oknum pemerintah, mereka selalu membuat 'drama pengalihan isu'. Dalam hal ini, isu teroris sengaja dibuat untuk mengalihkan isu penahanan Ahok sang penista agama dan isu-isu lain yang menimpa negeri ini. (serupedia)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…