Skip to main content

Ternyata ! Umat Islam Kaget, Jaksa Penuntut Kasus Ahok Seorang Nasrani


JAKARTA - Kejaksaan Agung telah mengumumkan berkas perkara dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lengkap alias P21. Tim jaksa penuntut umum menyatakan berkas Ahok telah memenuhi syarat formil dan materiil.

Berkas dan surat dakwaan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang akan menyidangkan kasus ini.

Berdasarkan data di SIPP Pengadilan Jakarta Utara tertera Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara Ahok adalah IREINE R KORENGKENG SE.SH.MH seorang Jaksa yang beragama nasrani. (link: http://sipp.pn-jakartautara.go.id/)








Berita ini sudah tersebar di jejaring media sosial, grup whatsapp, karena cukup mengagetkan umat Islam.

Mengingat kasus ini sangat sensitif hendaknya Kejaksaan menempatkan Jaksa Penuntut Umum secara profesional dan proporsional karena di pundak Penuntut Umum kunci perkara ini.

Jika JPU tidak serius menyusun dakwaan dan menghadirkan alat bukti bisa saja Ahok dibebaskan demi hukum.

Umat Islam berharap Jaksa Penuntut Umum dapat memenuhi rasa keadilan yang selama ini diperjuangkan masyarakat sesuai yurisprudensi selama ini.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof, Mahfud MD menyatakan kasus-kasus penistaan agama selama ini tidak ada yang lolos, artinya semua kasus penistaan agama selama ini pasti masuk penjara.






Dalam bincang-bincang di iNewsTV, mantan Menteri Hukum dan HAM ini menyatakan bahwa dalam sejarah Indonesia setidaknya ada 4 kasus penistaan agama yang semuanya akhirnya dihukum penjara. Kasus tahun 1918, Lia Eden, Mosadeq, dan kasus seorang ibu di Bali yang menghina agama Hindu.

Umat Islam akan terus mengawal kasus penghinaan agama atas kitab suci umat Islam Al Quran ini sampai tuntas dan menuntut keadilan dalam penegakkan hukum.

Bahkan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Din Syamsuddin menegaskan akan memimpin perlawanan kalau sampai Ahok lolos dari jerat hukum.

"Pak Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin perlawanan," kata Din saat memberi sambutan di acara pembukaan rapat kerja nasional MUI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu, 23 November 2016, seperti dilansir Tempo.

Mari umat Islam untuk terus kawal kasus ini sampai tuntas.


JPU kasus Ahok Di Duga Pro Ahok ,Netizen Ada Upaya Kejagung Ingin Bebaskan Ahok?



Kejaksaan Agung akan mengumumkan berkas perkara dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lengkap alias P21 pada hari ini. 

Tim jaksa penuntut umum menyatakan berkas Ahok telah memenuhi syarat formil dan materiil, sehingga dapat masuk ke tahap selanjutnya, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti.

Ali Murkantono, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan bisa saja jaksa mengembalikan berkas.

 Hal tersebut untuk meminta penyidik untuk menambahkan pasal.

"Bisa saja, kalau hasil mempelajari berkas ke situ ya bisa saja. Tapi sampai sekarang belum ada kesimpulan itu," kata Ali di Kompleks Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2016).(okz

Pada Tanggal (01/12/2016) Terkait Perkara Kasus Penistaan Agama Yang Di lakukan Oleh Gubernur Non Aktif Basuki Thajaja Purnama.

Jaksa Penuntut Umum Telah Medaftarkan Kasus Tersebut Kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara
Dengan Nomor Perkara  1537/Pid.B/2016/PN JKT.UTR  Dengan Nama Penuntut Umum IREINE R KORENGKENG SE.SH.MH  Dan Terdakwa Terdaftar Atas  Nama Basuki Thajaja Purnama Pada Kamis, (01 Des. 2016) (Sumber) .

Pendaftaran Yang Di Lakukan Oleh  Penuntut Umum IREINE R KORENGKENG SE.SH.MH  Mengundang Tanda Tanya Sebagian Netizen .

Pasal nya IREINE Di Duga Adalah Pendukung Dari Salah Satu Pasangan Calon Yang Sedang bertarung Dalam Pilkada DKI Tahun Ini dan Sedang Menjalani Status Sebagai Tersangka Dalam Kasus Penistaan Agama.

Sontak Hal Ini Meraih Banyak Perhatian Pengamat Terkait Ada Nya Foto IREINE Sedang Berpose dengan  Dua Jari Dimana Di Ketahui  Bahwa Gubernur DKI non Aktif Basuki Thajaja Purnama Mendapatkan Nomor Urut  2.

Berikut Kutipan Pendapat Netizen  "Kejaksaan Agung menugaskan Irine R. Korengkeng SE, SH, MH (non muslim) sebagai JPU dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Apakah penugasan Ireine merupakan bagian dari usaha Kejaksaan Agung membebaskan Ahok dari tuntutan hukum ?"


Dalam sebuah Grup Diskusi Di media Sosial Facebook.




Sumber | republished by PortalDunia.Com !

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…