Skip to main content

Ternyata Ini Toh Alasan Sharp Pilih Motif Bunga Mengkudu Di Pintu Lemari Es

ilustrasi

Perusahaan elektronik, Sharp, mengangkat bunga buah mengkudu yang khas Indonesia sebagai motif pada pintu lemari es atau kulkas yang diproduksi dan dipasarkan di negeri ini.

"Desain bunga lebih laku, terutama di daerah," kata GM Divisi Perencanaan Produk PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Herdiana Anita Pisceria, di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, SEID yang memiliki basis produksi kulkas di Karawang, Jawa Barat, lanjut dia, mengembangkan produk kulkas satu dan dua pintu seri Kirei generasi terbaru dengan motif bunga unik yang terinspirasi dari bunga buah mengkudu (Morinda Citrifolia).

"Pola bunga ini terpilih karena tumbuhan mengkudu merupakan tumbuhan khas Indonesia," ujar Anita.

Selain itu, kata dia, mengkudu juga banyak manfaat bagi kesehatan. Lebih jauh Herdiana mengatakan desain kulkas yang unik dan cantik, kini menjadi kebutuhan mengingat ukuran perumahan di Indonesia semakin, sehingga tak jarang ruang tamu dan dapur tanpa penyekat.

"Di rumah yang sederhana seperti itu (kecil) harus ada yang outstanding (menonjol). Kehadiran kulkas dengan desain unik dan cantik menjadi salah satu dekorasi ruang yang indah," katanya.

Oleh karena itulah kulkas Sharp Kirei generasi II hadir dengan desain bunga warna merah, hijau, dan putih, untuk memperkuat pengusaan pasar SEID di Indonesia. Harga kulkas satu pintu Kirei II itu antara Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per unit dan Rp2,9 juta sampai Rp3,5 juta unit untuk dua pintu.

Selain seri Kirei dengan desain bunga, SEID juga memberi pilihan untuk konsumen kulkas kelas menengah atas dengan pintu berpola matrix berbahan glass yang lebih kuat dan menawan lewat seri Shine yang harganya berkisar Rp3,3 juta sampai Rp3,5 juta per unit.

"Kami menargetkan tahun depan bisa menguasai 30 persen pasar kulkas di Indonesia," ujar Herdiana.

Sharp menjadi pemimpin pasar kulkas pada tahun ini dengan pangsa pasar sebesar 24,2 persen dari total pasar sekitar 3,25 juta unit.

Sumber: konfrontasi

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…