Skip to main content

Ternyata Ini Penyebab Mata Kita Kedutan

ilustrasi

Mitos yang beredar mengatakan, mata kedutan pertanda mau dapat rezeki. Meski berharap itu benar, sayangnya menurut sains itu pertanda ada masalah pada saraf. Lalu, apakah artinya Anda harus waspada untuk masalah ini?

"Mata kedutan adalah gerakan tidak teratur pada otot. Kedutan juga bisa terjadi pada otot di bagian tubuh lain. Masalah mata berkedut sebenarnya masuk ke ranah saraf, bukan penyakit mata," kata dr. Cicilia Hendarmin, Sp.M, dari RS Omni Hospitals, kepada WomanTalk, baru-baru ini.

Gerakan otot, ungkapnya, terjadi karena gerakan impuls listrik pada otak. Contohnya, otak memerintahkan tangan untuk mengambil pulpen yang jaraknya semeter, kemudian diperkirakan jaraknya agar tangan tidak malah bergerak lebih dari semeter.

Nah, mata kedutan adalah gerakan tak terkontrol yang tidak diinginkan. Dokter Cicilia mengatakan impuls listrik yang berlebihan pada otak inilah yang menyebabkan kedutan.

Sementara itu, situs kesehatan MayoClinic mengatakan, gerakan kedutan yang terjadi di sekitar kelopak mata bisa terjadi karena: minuman alkohol, sinar terang, asupan kafein berlebihan, kelelahan, iritasi di lapisan atas mata atau bagian dalam kelopak mata, kelelahan, merokok, stres, atau angin.

Meski demikian, untuk beberapa kasus tertentu, mata berkedut juga bisa menunjukkan masalah mata, seperti: mata kering, glaukoma, sensitivitas pada cahaya, blepharitis, dan sebagainya.

Kasus tertentu lain, kedutan pada mata juga bisa mengarah ke masalah pada sistem saraf dan otak. Namun, sudah hampir pasti akan selalu diikuti gejala lain. Beberapa masalah otak dan sistem saraf yang salah satu gejalanya adalah mata berkedut antara lain: Bell's palsy, dystonia serviks, dystonia, multiple sclerosis, atau Tourette syndrome.

Biasanya, kedutan pada mata akan hilang dalam beberapa hari. Untuk mengatasinya, cobalah agar mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas, mengurangi stres, dan mengurangi asupan kafein.

Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter bila:

    Kedutan tidak hilang dalam beberapa pekan.
    Kelopak mata menutup setiap kali mata berkedut atau kesulitan membuka kelopak mata karena mata berkedut.
    Terjadi kedutan di area lain pada tubuh.
    Mata membengkak dan merah, atau ada kotoran yang tak biasa.
    Kelopak mata mulai terlihat 'turun'.

Sumber: beritagar

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…