Header Ads

Terjepit Di Area Seluas 6 Km, Muslim Aleppo Dibantai Assad


Pendukung Assad merayakan ‘kemenangan’ atas Aleppo timur semalam, disaat oposisi terjebak hanya dalam wilayah tipis seluas 6 km persegi dengan puluhan ribu warga sipil yang tak berdaya menjadi sasaran pembantaian.

Rezim intensif melakukan serangan ke Aleppo timur pada 15 November, yang sudah berada di bawah blokade selama berbulan-bulan. Kemarin, puluhan warga sipil dengan kejam dibunuh di jalan-jalan kota di mana puluhan ribu orang lainnya menghadapi ancaman pembantaian setelah Aleppo jatuh ketangan rezim.

Rezim telah membawa sebagian besar kota di bawah cengkeramannya dan sekitar 100.000 warga sipil terjebak dalam area 6 km persegi, menurut sebuah pernyataan yang dirilis kemarin.

Kemudian pada hari itu, tentara Assad bersama-sama dengan teroris Syiah membakar 13 perempuan dan anak-anak hidup dan mengeksekusi 67 pria dengan cara ditembak.
Jet rezim dilaporkan membunuh 85 warga sipil dengan bom gas kimia pada wilayah pemukiman penduduk tadi malam.
Di sisi lain, pendukung Assad dengan tanpa malu merayakan kemenangan tentara atas Aleppo timur semalam, sementara orang-orang sedang dibantai di bagian lain kota.

Antara hidup dan mati di wilayah seluas 6 km persegi



Menyusul penarikan oposisi dari lebih dari 3 lebih distrik, puluhan ribu berjuang untuk bertahan hidup dalam area 6 km persegi di bawah serangan sengit dari tentara Assad dan antek teroris mereka.

Milisi Syiah dan pasukan rezim membom apapun yang tersisa di Aleppo timur tanpa mempertimbangkan keselamatan warga sipil.

Karena komunikasi dengan warga di dalam Aleppo timur telah lumpuh, pembantaian dan penjarahan tidak dapat didokumentasikan sepenuhnya.

Protes massa di Istanbul dan Ankara atas pembantaian di Aleppo

Massa berkumpul di depan konsulat jenderal Rusia di Jalan İstiklal di Istanbul untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap Aleppo timur.

Membawa spanduk bertuliskan “Imperialist Russia, Hands off Syria”  dan menyerukan kecaman terhadap Iran, Rusia dan Assad, para peserta berdoa untuk korban pembantaian.

Sementara itu di Ankara, sebuah kelompok massa berkumpul di dekat kedutaan Rusia untuk memprotes kebijakan dan kekejaman Suriah pada warga sipil.

PBB merilis sebuah pernyataan tertulis

Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB, menyatakan bahwa memantau situasi di Aleppo yang terkepung secara independen tidak mungkin lagi, tapi mereka mendengar kabar adanya pembantaian dari wilayah tersebut.

Lebih dari 1.000 warga sipil tewas dalam pengepungan selama berminggu-minggu. Serangan darat intens rezim didampingi oleh pemboman sengit dari jet tempur Rusia.
Sekitar 100.000 warga Aleppo dilaporkan terpaksa tidur di luar karena rumah mereka teah hancur atau terpaksa mengungsi.

Yeni Şafak
Powered by Blogger.