ilustrasi

Saat aksi doa bersama di kawasan Monas, Jumat (2/12), ada seorang polisi mengenakan kopiah dan berkalung sorban. Tugas utamanya tentu mengamankan aksi, namun demikian, dia punya tugas istimewa lain, yaitu sebagai muazin salat Jumat itu.

"Ceritanya memang rekomendasinya Ustaz Arifin Ilham. Saya kan dekat sama beliau," kata Kapolresta Cirebon AKBP Indra Jafar dilansir detikcom, Sabtu (3/12/1206).

Sebagai tokoh sentral pada aksi 2 Desember kemarin, Ustaz Arifin Ilham merekomendasikan Indra menjadi muazin. Rekomendasi itu keluar dua hari sebelum aksi.

"Sudah direncanakan 2 hari sebelumnya sama ustaz. Ustaz Arifin bilang saya jadi muazin. Soalnya dia kan tokoh sentral dalam aksi kemarin," kata dia.

Sebagai Kapolresta Cirebon, Indra dikenal dengan program-programnya yang agamis. Dia mencetuskan program Jumat keliling

yang digunakannya untuk menyelipkan sosialisasi program kepolisian melalui salat Jumat.

"Itu program saya agar dekat dengan masyarakat dan menyosialisasikan program kepolisian. Pendekatan saya di Cirebon seperti itu kepada ulama-ulama dan mereka menyambut sekali. Jadi itu permintaan beliau menjadikan saya muazin saat salat Jumat kemarin," jelas dia.

Dia mengaku senang karena ditunjuk sebagai muazin, karena biasanya muazin dipilih dari remaja masjid atau santri. Indra juga mengaku bangga bisa mengumandangkan azan di hadapan umat Islam yang begitu banyak.

"Perasaannya haru luar biasa. Apalagi umatnya kan orang segitu banyak yang biasanya hanya ada di Makkah. Itu sebuah kebanggaan dengan menjadi muazin bagi umat sebanyak itu," ujar Indra yang pernah haji di 2013.

Peristiwa bersejarah itu akan menjadi kenangan yang tak akan dilupakannya. Apalagi saat mengumandangkan azan tak terasa air mata menetes di pipinya karena haru.

"Sampai-sampai kemarin khatibnya terharu dan demikian pula saya juga terharu sampai menangis saat kita azan. Bayangan kita kan ini hal yang enggak lazim," kata dia.

Sumber: konfrontasi/ suaranews.com
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: